Basarnas: Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Santosa 2 Masih Berlangsung
- 02 Agt 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapal penumpang KMP Mutiara Santosa 2 rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu 2 Agustus 2026. Basarnas Surabaya langsung mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim penyelamat untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi penumpang.
Kepala Nahkoda KN SAR 249 Permadi, Nur Ardhi, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai insiden tersebut pada pukul 08.24 WIB. Berdasarkan laporan awal, kapal terbakar sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Madura.
“Begitu menerima informasi, kami langsung melakukan koordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, SROP Kalianget, dan unsur terkait lainnya," ujarnya. "KN SAR 249 Permadi segera dipersiapkan dan diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk mendukung proses evakuasi."
Hasil koordinasi dengan kapal Meratus Project 3 menyebutkan KMP Mutiara Santosa 2 berada di utara Pulau Buruan, Sapudi. Saat itu, kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar seluruhnya, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal.
Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena mengangkut muatan bahan mudah terbakar. Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26 yang berhasil mengevakuasi sejumlah penumpang.
Di antara penumpang ada yang sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Dua penumpang lainnya juga berhasil dievakuasi oleh kapal British Mentor.
Selain KN SAR 249 Permadi, Pos SAR Sumenep turut mengerahkan RIB 01 Sumenep menuju lokasi. Sejumlah kapal lain juga berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan.
Nur mengatakan, berdasarkan laporan sementara, kapal mengangkut sekitar 180 penumpang dan 40 awak kapal. Hingga pukul 11.00 WIB, dilaporkan masih terdapat sekitar 40 orang berada di atas kapal dan proses evakuasi terus berlangsung.
“Tim SAR bersama seluruh unsur yang terlibat masih berupaya mengevakuasi seluruh penumpang dengan mengutamakan keselamatan," ujarnya. Perkembangan situasi akan terus kami sampaikan sesuai hasil operasi di lapangan."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....