Pengusaha Apresiasi Diplomasi Presiden Prabowo

  • 01 Agt 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, mengapresiasi pendekatan diplomasi bebas aktif yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola hubungan internasional.
  • Kepemimpinan Presiden Prabowo memberikan kemudahan dan stabilitas bagi pengusaha Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.
  • Pengusaha Indonesia tetap dapat menjalankan bisnis dengan mitra dari Amerika Serikat dan Tiongkok tanpa terpengaruh oleh rivalitas kedua negara adidaya tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Anindya Bakrie mengapresiasi diplomasi Presiden Prabowo Subianto yakni bebas aktif. Kepemimpinan Presiden Prabowo memberikan kemudahan bagi pengusaha disaat ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.

Pengusaha tidak terpengaruh dengan rivalitas panjang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pengusaha Indonesia tetap berbisnis dengan mitra dari kedua negara tersebut.

"Dua adikuasa ini, ada China dan Amerika, keduanya menjalin hubungan yang sangat bagus dengan kebijakan Pak Presiden untuk suatu diplomasi bebas aktif. Dan ini kami terapkan juga dalam ekonomi sehingga kami sangat aktif baik di ASEAN, di G20, di BRICS, lalu di APEC," kata Anindya dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan usai berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 31 Juli 2026.

Pengusaha juga dapat mengikuti berbagai forum sehingga dinilai lebih efektif untuk meningkatkan perdagangan. Keaktifan pengusaha karena kepemimpinan Presiden Prabowo di forum global.

"Tidak hanya untuk ikut suatu forum tapi bagaimana kita bisa berdagang lebih. Kalau kita bisa berdagang lebih tentu efeknya kepada investasi efeknya kepada industrialisasi yang ujungnya lapangan kerja," katanya.

Presiden Prabowo, kata Anindya, telah memberikan 'alarm' peringatan akibat dampak perang termasuk imbas untuk perdagangan. Perang mengakibatkan terganggunya pasok rantai pangan dan energi sehingga memicu kenaikan harga yang tinggi.

Oleh sebab itu, menurutnya, menyikapi situasi ketidakpastian global dengan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah. Apalagi perintah Undang-Undang bahwa Kadin adalah mitra strategis pemerintah.

"Kadin sebagai mitra strategis pemerintah mengerti bahwa dalam keadaan seperti ini yang paling bagus adalah meningkatkan komunikasi. Kadin melihat tantangan banyak tapi kita tetap optimis kita memilih untuk meningkatkan komunikasi, memilih juga untuk terus berupaya dan mencari terobosan di lapangan," ujarnya.

"Tapi satu yang kami garis bawahi adalah kita ingin meningkatkan perdagangan. Apalagi sudah ada Free Trade Agreement Comprehensive Economic Partnership Agreement yang ditandatangani bagaimana kita bisa menikmati lebih banyak lagi," katanya menegaskan.

Pada pertemuan dengan Kepala Negara, pengusaha juga membeberkan kinerja ekspor. Nilai ekspor Indonesia mencapai USD300 miliar, yang sebagian besar dari komoditas tambang seperti nikel, batu bara dan sawit.

"Indonesia itu ekspor sekitar 300 miliar dollar, di mana sekitar 60 miliar dollar-nya itu yang sering dibicarakan. Dalam konteks batu bara, minyak kelapa sawit, sampai kepada steel atau nikel misalnya," ucap Anindya.

Sementara itu, Bos Lippo Group James Riady menyanjung kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai memiliki arah yang visioner, strategis. Presiden Prabowo juga memiliki keberanian mengambil terobosan dan kecepatan dalam mengeksekusi kebijakan.

"Kesan ya, kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif," kata James.

"Fokus kuat pada eksekusi, kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya, swasembada pangan, ketahanan energi. Bisa sampai situasi dunia seperti ini tapi listrik subsidi itu enggak naik, 3 kilo LPG itu juga enggak naik, ini kan luar biasa ya,” ujar James.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....