DPR minta BMKG Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026

  • 30 Jul 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR RI meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat mitigasi menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026
  • fenomena El Nino 2026 berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta mengganggu sektor pertanian

RRI.CO.ID, Jakarta – DPR RI meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat mitigasi menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026. Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, Kamis, 30 Juli 2026 lewat keterangannya.

Ia menyebut pemetaan yang dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan dan penyampaian informasi cuaca. Dan penyampaian perubahan iklim yang cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Danang mengatakan BMKG memiliki peran strategis dalam memberikan peringatan dini. Agar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mengantisipasi risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“BMKG harus melakukan mitigasi secara komprehensif dengan memetakan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Salah satunya terhadap kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan,” ujar Danang.

Ia menilai fenomena El Nino 2026 berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta mengganggu sektor pertanian. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga dinilai perlu diperkuat agar langkah mitigasi berjalan lebih efektif.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Yakni untuk mengoordinasikan pengumpulan data ancaman dan potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi bersamaan dengan musim kemarau 2026.

Menurut Alex, data yang akurat akan menjadi dasar penyusunan langkah antisipasi yang lebih komprehensif. Sekaligus memudahkan DPR menjalankan fungsi pengawasan terhadap upaya mitigasi pemerintah.

Ia menilai setiap daerah memiliki karakteristik ancaman yang berbeda sehingga strategi penanganannya tidak dapat disamaratakan. Selain itu, Alex meminta Kementerian Kehutanan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.

“Serta mendorong Kementerian Pertanian melibatkan pemerintah daerah dalam menyusun langkah antisipasi sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan air dan ketahanan pangan,” ucapnya.

Danang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak secara terpadu untuk meminimalkan dampak El Nino. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....