Menperin Sarmuji Minta Jajaran Tak Beri Penghormatan Berlebihan

  • 02 Okt 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menperin M Sarmuji meminta jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak memberikan penghormatan maupun pelayanan secara berlebihan kepadanya.
  • Para pejabat dan pegawai Kemenperin juga diminta tidak sungkan memberikan masukan, saran, bahkan mengingatkannya jika terdapat kebijakan atau sikap yang perlu diperbaiki.
  • Sarmuji menyebut penghormatan dan pelayanan yang berlebihan justru berpotensi membangun sekat antara pimpinan dan jajaran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak memberikan penghormatan maupun pelayanan secara berlebihan kepadanya. Menurutnya, perlakuan semacam itu justru bisa menciptakan jarak antara dirinya dengan jajaran kementerian.

Pesan tersebut disampaikan Sarmuji saat serah terima jabatan (sertijab) Menperin dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat 2 Oktober 2026.

Sarmuji mengatakan dirinya membutuhkan komunikasi yang terbuka dengan seluruh jajaran.

Karena itu, ia meminta para pejabat dan pegawai Kemenperin tidak sungkan memberikan masukan, saran, bahkan mengingatkannya jika terdapat kebijakan atau sikap yang perlu diperbaiki.

"Kalau ada hal-hal yang barangkali perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan. Saya juga, saya umumkan di sini, jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya," kata Sarmuji.

Menurutnya, penghormatan dan pelayanan yang berlebihan justru berpotensi membangun sekat antara pimpinan dan jajaran. Kondisi itu dikhawatirkan mempersempit ruang diskusi dalam menentukan kebijakan.

"Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua. Akan mempertajam dinding-dinding yang membatasi kita untuk bisa berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan, memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil," ujarnya.

Minta Keluarga Tak Diperlakukan Berlebihan

Selain itu, Sarmuji juga meminta perlakuan yang sama diberikan kepada keluarganya. Ia secara khusus meminta istrinya tidak mendapat pelayanan berlebihan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Menperin.

Sarmuji bahkan meminta sang istri belajar dari Loemongga Haoemasan, istri Agus Gumiwang, yang dinilainya menunjukkan sikap bersahaja dan rendah hati.

"Saya juga minta, ini ada istri saya juga, juga jangan diperlakukan berlebihan. Saya minta istri saya juga belajar kepada Ibu Mongga, yang menampilkan diri dengan sangat bersahaja, humble," kata Sekjen DPP Golkar itu.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji juga menyinggung kehadiran Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Keduanya memiliki latar belakang hubungan kerja di Komisi VI DPR RI.

Faisol sebelumnya menjabat Ketua Komisi VI DPR RI, sedangkan Sarmuji pernah menjadi wakil ketua komisi tersebut. Kini, keduanya berada dalam satu jajaran pimpinan Kemenperin.

Sarmuji menyebut perubahan posisi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun tim yang solid di Kemenperin. Ia berharap hubungan baik yang selama ini terjalin dengan Faisol dapat terus berlanjut dalam menjalankan tugas di kementerian.

"Tapi ini sekaligus juga menandakan bahwa kita bisa membangun tim yang lebih solid, lebih bisa bekerja sama. Selama ini saya sangat baik dengan ketua saya ini dan insya Allah akan tetap baik dengan Pak Wamen kita kali ini," ujarnya.

Ajak Industri dan Senior Beri Masukan

Sarmuji juga meminta dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran Kemenperin serta asosiasi industri. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar kementerian dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus menangkap berbagai peluang pengembangan industri.

Ia juga meminta masukan dari para senior. Termasuk mantan pejabat Kemenperin yang kini duduk sebagai anggota DPR.

Sebelumnya, dalam sertijab tersebut Sarmuji menyatakan akan melanjutkan berbagai pekerjaan yang telah dirintis Agus Gumiwang selama memimpin Kemenperin. Ia menilai sektor industri memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.

Sarmuji meminta jajarannya tidak langsung terjebak pada berbagai kendala ketika menyusun target pengembangan industri. Menurutnya, peluang yang tersedia harus terlebih dahulu dipetakan agar dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor industri.

"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....