Komite Ekraf: Jakarta Perlu Jadi Market Hub Kekayaan Intelektual Global

  • 29 Jul 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ricky Pesik, Dewan Penasehat Komite Ekonomi Kreatif Jakarta, mengusulkan Jakarta menjadi pusat pasar Kekayaan Intelektual global.
  • Potensi IP kreator Indonesia perlu diperkenalkan dan dipromosikan ke tingkat dunia untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif.
  • Momentum peringatan lima abad Jakarta pada tahun depan dapat dimanfaatkan sebagai peluang strategis mewujudkan visi market hub IP global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Penasehat Komite Ekonomi Kreatif Jakarta Ricky Pesik mengatakan Jakarta perlu menjadi pusat pasar (market hub) Kekayaan Intelektual (IP) global. Menurutnya, potensi IP kreator Indonesia perlu diperkenalkan kepada dunia.

Lebih lanjut, Ricky mengatakan Jakarta akan memasuki peringatan lima abad pada tahun depan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi jalan untuk mewujudkan Jakarta sebagai market hub penting bagi IP global.

"Tahun depan Jakarta akan merayakan Jakarta 5 Abad, ini adalah jalan menuju ke sana. Kita harus tunjukkan potensi IP kreator kita kepada dunia agar Jakarta menjadi market hub penting untuk IP global," ujar Ricky dalam pembukaan Jakarta IP Market 2026 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Pada kesempatan yang sama, Ricky mengatakan Jakarta merupakan pasar terbesar di Indonesia. Menurutnya, sekitar 42 juta orang beraktivitas setiap hari di Jakarta sehingga kota tersebut menjadi alasan penggunaan kata ‘market’ dalam Jakarta IP Market.

"Jakarta sebagai kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk menjelaskan kata kunci 'Market'. Jakarta adalah pasar terbesar di Indonesia," kata Ricky.

Ia juga menjelaskan Jakarta IP Market merupakan forum Business to Business (B2B). Menurut dia, forum tersebut diharapkan menghadirkan lebih banyak engagement bisnis.

"Inti dari Jakarta IP Market adalah forum Business to Business (B2B). Kami berharap banyak terjadi engagement bisnis di sini," ucap Ricky.

Pada kesempatan itu, Ricky mengatakan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) merupakan jantung pertumbuhan ekonomi kreatif. Menurutnya, IP menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Dalam platform ekonomi kreatif, kekayaan intelektual atau Intellectual Property adalah jantung dan penggerak pertumbuhannya. Saya tidak berpantun, saya akan berpantun nanti kalau pantun sudah menjadi IP Indonesia yang bisa dimonetisasi," ujar Ricky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....