Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pengemudi Transportasi Digital

  • 29 Jul 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perhubungan menegaskan keselamatan harus menjadi budaya kerja pengemudi transportasi berbasis aplikasi, bukan sekadar memenuhi aturan
  • Pelatihan keselamatan diikuti 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota untuk meningkatkan kompetensi dan budaya berkendara aman
  • Pemerintah bersama Grab menerapkan kebijakan settlement transaksi pada hari yang sama mulai 1 Agustus 2026 demi transparansi dan kemudahan bagi mitra pengemudi

RRI.CO.ID, Depok - Kementerian Perhubungan terus memperkuat budaya keselamatan bagi pengemudi transportasi berbasis aplikasi digital melalui pelatihan berkelanjutan. Upaya tersebut bertujuan membangun kebiasaan berkendara yang aman sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai keselamatan perjalanan harus menjadi tujuan utama dalam setiap aktivitas transportasi sehari-hari. Menurutnya, keselamatan bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan budaya kerja yang harus diterapkan seluruh pengemudi secara konsisten.

Ia mengatakan masyarakat setiap hari mempercayakan perjalanan mereka kepada para pengemudi transportasi. Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan komitmen menghadirkan perjalanan yang aman hingga penumpang tiba di tujuan.

"Karena itu, keselamatan tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban memenuhi aturan. Melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pengemudi agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat," ujar Menhub Dudy di Depok, Selasa, 28 Juli 2026.

Pelatihan keselamatan berkendara dilaksanakan di Terminal Jatijajar, Depok, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Grab Indonesia bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan serta Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Program pelatihan itu diikuti sebanyak 1.052 mitra pengemudi roda dua yang berasal dari lima kota. Pelaksanaan kegiatan mencakup Jakarta/Depok, Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, serta Makassar secara bersamaan.

Dudy menegaskan keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam bekerja yang diterapkan setiap pengemudi pada setiap perjalanan. Penguatan budaya keselamatan dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung layanan transportasi digital yang lebih berkualitas.

"Keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam bekerja, bukan sekadar slogan, disiplin berlalu lintas, menghormati pengguna jalan. Menjaga kondisi kendaraan, dan mengedepankan etika pelayanan merupakan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar demi melindungi pengemudi maupun masyarakat," ucap Dudy.

Kementerian Perhubungan juga mendukung berbagai inisiatif operator transportasi digital untuk meningkatkan kompetensi para pengemudi serta kepatuhan terhadap aturan. Pemerintah menilai penguatan transportasi digital perlu berjalan seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya keselamatan.

Pemerintah bersama Grab turut menyepakati kebijakan baru mengenai settlement transaksi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Proses penyelesaian transaksi keuangan akan dilakukan pada hari yang sama sehingga diharapkan lebih transparan, cepat, serta mengurangi kebingungan mitra pengemudi.

Pelatihan bertema ‘Safer Roads, Stronger Communities - Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat’ memadukan teori dan praktik berkendara, mulai pemeriksaan kendaraan hingga teknik mengantisipasi potensi bahaya. Program tersebut menjadi bagian penguatan keselamatan transportasi berbasis digital untuk mendukung sistem transportasi nasional yang aman, tertib, nyaman, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....