Menkes Minta Skrining Kesehatan Jiwa Dokter Internship dan PPDS Diulang

  • 27 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memerintahkan skrining kesehatan jiwa segera dilakukan untuk semua peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
  • Permintaan tersebut dilakukan menyusul meninggalnya dokter internship dr Siti Zahra Maghfira di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
  • Kementerian Kesehatan sedang menyelidiki penyebab pasti kematian korban secara mendalam sambil menunjukkan keprihatinan terhadap insiden tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta skrining kesehatan jiwa seluruh peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kembali dilakukan segera. Langkah tersebut menyusul dugaan meninggalnya dokter internship dr Siti Zahra Maghfira di Kalibata, Jakarta Selatan.

Menkes Budi mengaku prihatin atas meninggalnya dokter peserta internship dan meminta penyebab pasti kematian segera diungkap secara menyeluruh. Ia menegaskan Kementerian Kesehatan masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban secara mendalam.

“Saya sedih sekali kenapa internship ini seperti ini. Saya sudah concern sebelumnya jangan ada lagi yang meninggal,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di kantor BRIN Jakarta Selatan, Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab dugaan bunuh diri yang menimpa dokter peserta Program Internship Indonesia. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya persoalan kesehatan jiwa yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

“Yang sebelumnya ternyata karena sakit di Lampung dan ini bunuh diri karena apa dugaannya, sedang dicari penyebabnya. Ada masalah kejiwaan kah sehingga bisa seperti ini,” ucap Menkes menegaskan.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes akan melakukan skrining kesehatan jiwa ulang terhadap seluruh peserta PIDI maupun PPDS. Upaya itu diharapkan dapat mendeteksi lebih dini peserta yang berisiko sehingga penanganan dapat segera diberikan.

“Yang jelas saya sudah minta semua diskrining jiwa sekali lagi. Langkah ini dilakukan supaya internship, PPDS dengan indikasi bunuh diri ini seharusnya bisa ditangani,” ujar Menkes Budi.

Menkes Budi menyatakan skrining kesehatan jiwa ulang menjadi langkah tercepat pemerintah untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang. Menurutnya, deteksi dini memungkinkan penanganan segera bagi peserta yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental.

“Kalau ada indikasi-indikasi, kita bisa ambil tindakan. Ini cara yang paling cepat yang bisa kami lakukan. Terus terang kami sedih sekali,” kata Menkes.

Menkes berharap hasil skrining menjadi dasar pendampingan dan intervensi dini bagi peserta berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah risiko bunuh diri sebelum berkembang menjadi kondisi lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....