Beasiswa BPDDI Kemendiktisaintek 2026 Dibuka, Dosen Bisa Kuliah S3 Gratis

  • 26 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk melanjutkan pendidikan doktor (S3).

Mengutip laman Kemendiktisaintek, program ini dijalankan melalui skema kemitraan pendanaan (co-funding) bersama perguruan tinggi mitra. BPDDI ditujukan untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui program ini, pemerintah menanggung sejumlah komponen biaya selama penerima menempuh studi. Berikut fasilitas yang diterima penerima Beasiswa BPDDI 2026:

1. Dana Hidup Bulanan

Penerima beasiswa memperoleh biaya hidup setiap bulan selama menjalani pendidikan doktor. Dana tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup selama masa studi.

2. Biaya Transportasi

Pemerintah menanggung biaya perjalanan keberangkatan menuju lokasi studi serta biaya kepulangan setelah pendidikan selesai. Fasilitas ini diberikan masing-masing satu kali selama masa studi.

3. Dana Kedatangan

Penerima juga memperoleh settlement allowance atau dana kedatangan. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu kebutuhan awal ketika mulai menempuh pendidikan.

4. Dana Insentif Publikasi

BPDDI turut menyediakan dana insentif publikasi ilmiah. Dukungan tersebut diharapkan mendorong dosen menghasilkan karya ilmiah selama menjalani pendidikan doktor.

Selain pembiayaan dari pemerintah, terdapat sejumlah komponen yang menjadi tanggung jawab perguruan tinggi mitra, yakni:

  • Biaya pendidikan (tuition fee)
  • Biaya pendaftaran
  • Dana penelitian atau disertasi
  • Asuransi kesehatan untuk program joint degree maupun dual degree
  • Biaya visa bagi peserta yang menempuh studi di luar negeri

Program BPDDI menggunakan skema pendanaan bersama antara pemerintah dan perguruan tinggi asal peserta. Dengan skema tersebut, diharapkan semakin banyak dosen Indonesia yang dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....