DPR Nilai Penangkapan Kasat Resnarkoba Polres Tangsel Jadi Bukti Komitmen Polri
- 28 Jul 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menilai penangkapan AKP Pardiman menunjukkan keseriusan Polri menindak pelanggaran hukum anggotanya sendiri.
- AKP Pardiman, Kasat Resnarkoba Polres Tangsel, diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang diungkap Bareskrim Polri.
- Falah menekankan bahwa tindakan tersebut membuktikan komitmen Polri menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa membedakan pihak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menilai penangkapan Kasat Resnarkoba Polres Tangsel AKP Pardiman menjadi bukti keseriusan Polri menindak pelanggaran hukum anggotanya. AKP Pardiman diduga terlibat dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang diungkap Bareskrim Polri.
Falah mengatakan langkah tersebut menunjukkan Polri tidak memberikan ruang personel yang menyalahgunakan jabatan maupun terlibat tindak pidana. Menurutnya, penindakan itu menunjukkan komitmen Polri menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa pandang bulu.
"Kasus ini memperlihatkan bahwa Polri tidak menoleransi pelanggaran yang dilakukan anggotanya. Sebaliknya, Polri menunjukkan komitmen untuk menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa pandang bulu,” ujar Falah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Falah menambahkan penindakan tersebut mencerminkan implementasi konsep Presisi yang menjadi arah reformasi Polri. Menurutnya, keberanian menindak anggota yang melanggar merupakan bagian penting menjaga integritas institusi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Dalam operasi gabungan itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengamankan enam personel Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan. Petugas juga mengamankan seorang anggota Polda Aceh yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
"Semangat presisi juga diwujudkan melalui penegakan disiplin dan hukum di lingkungan internal. Keberanian menindak anggota yang melanggar merupakan bagian penting dalam menjaga integritas institusi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Falah.
Falah berharap proses hukum terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dapat berjalan secara objektif, profesional, dan terbuka hingga memberikan kepastian hukum. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan integritas seluruh anggota Polri.
"Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan integritas seluruh anggota Polri. Penegakan hukum konsisten akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membuktikan setiap orang memiliki kedudukan sama di hadapan hukum,” ucap Falah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....