Sekda Beberkan Penyebab Kematian Harimau Putih Semarang Zoo

  • 27 Jul 2026 19:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekda Kota Semarang menyatakan harimau putih Anggun meninggal pada Maret 2026, setelah dipindahkan ke Medan melalui kerja sama yang disebut telah memenuhi prosedur administrasi.
  • Pemindahan dilakukan karena faktor perkawinan sedarah, sehingga diperlukan indukan dengan garis keturunan berbeda untuk menjaga kualitas genetik harimau putih.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya luka pada lambung, peradangan paru, pembengkakan organ vital, serta lambung kosong yang mengindikasikan harimau tidak makan dalam waktu cukup lama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto mengatakan harimau putih dari Semarang Zoo mati sejak Maret lalu. Saat dipindahkan ke Ragunan Zoo Medan, harimau itu masih dalam keadaan baik.

"Kejadian sudah Maret yang lalu itu, sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa harimau putih yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah. Ia mengatakan bahwa harimau tersebut DNAnya sudah terkontaminasi, sehingga diperlukan darah baru agar tidak jodohkan yang tidak sedarah.

Ia juga mengatakan ada beberapa hal terkait kematian harimau putih tersebut. Mulai dari adanya lesi dan perlukaan pada organ lambung, hingga peradangan dan perdarahan pada organ paru.

"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di dalam saluran pencernaan hewan tersebut kosong dan tidak dijumpai sisa makanan. Hal itu menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan.

Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng menduga penyebab kematian harimau putih itu adalah kekurangan anggaran di Semarang Zoo. Ia mengatakan kekurangan anggaran menyebabkan perawatan hewan berkurang.

"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo. Ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi," katanya.

Ia mengaku telah dihubungi Gubernur Jawa Tengah agar kebun binatang bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Dia berharap kerja sama tersebut bisa membuat perawatan satwa jadi lebih baik.

"Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga," ujarnya. Ia mengatakan Semarang Zoo yang saat ini ditangani oleh BUMD mengakibatkan jika pendapatan tidak bisa memenuhi biaya operasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....