Dua Anak Harimau Sumatra Lahir di Lampung

  • 05 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Proses perkawinan Harimau dilakukan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) 2024/2025
  • Dua anak Harimau Sumatera lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Jakarta — Upaya pelestarian satwa liar kembali menunjukkan hasil positif. Dua anak Harimau Sumatra lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung.

Ini menjadi kelahiran pertama secara ex situ di Provinsi Lampung. Kelahiran ini merupakan hasil perkawinan antara individu jantan Kyai Batua dan betina Sinta.

Keduanya sama-sama merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Meski mengalami cacat permanen akibat jerat, keduanya tetap mampu berkembang biak di bawah pengelolaan konservasi.

Kyai Batua diselamatkan pada Juli 2019 di wilayah Suoh, Lampung Barat, dalam kondisi kaki depan kanan terjerat hingga harus diamputasi. Sementara Sinta dievakuasi dari Bengkulu pada Desember 2024 dengan cedera berat di kaki belakang kanan akibat jerat.

Proses perkawinan dilakukan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) 2024/2025. Yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia.

“Dalam pencatatan studbook, Kyai Batua dan Sinta masing-masing terdaftar dengan nomor SB ID 1886 dan SB ID 1998. Memasuki usia tiga bulan, kedua anak harimau tersebut dilaporkan tumbuh sehat di bawah pengawasan tim medis veteriner,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, Selasa, 5 Mei 2026.

Agung menilai keberhasilan ini sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung konservasi satwa dilindungi. “Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan para pihak mampu menghasilkan capaian nyata pelestarian Harimau Sumatra,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga dinilai penting dalam memperkuat populasi Harimau Sumatra yang terus menghadapi ancaman di habitat alaminya. Terutama gakibat jerat dan perburuan ilegal.

Pihak pengelola Lembah Hijau menegaskan bahwa kelahiran ini menunjukkan satwa hasil penyelamatan tetap memiliki peluang berkembang biak. Sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan spesies.

Ke depan, penguatan program konservasi akan terus dilakukan melalui peningkatan standar kesejahteraan satwa. Kemudian edukasi publik, serta kolaborasi lintas lembaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....