BMKG Optimalkan WA ChannelBMKG Perkuat Literasi dan Mitigasi Bencana
- 27 Jul 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG) mengoptimalkan pemanfaatan kanal perpesanan instan ChannelBMKG sebagai instrumen strategis untuk memperkuat literasi masyarakat sekaligus meningkatkan mitigasi risiko bencana.
- Masyarakat dapat mengakses kanal resmi tersebut melalui ChannelBMKG di WhatsApp.
- Diharapkan penyebaran informasi berbasis teknologi yang populer di tengah masyarakat itu dapat mengurangi potensi kesimpangsiuran informasi maupun hoaks terkait kebencanaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan pemanfaatan kanal perpesanan instan ChannelBMKG sebagai instrumen strategis untuk memperkuat literasi masyarakat. Sekaligus meningkatkan mitigasi risiko bencana.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, kanal digital tersebut dirancang untuk memangkas jeda waktu penyampaian informasi penting kepada mastarakat. Yakni, mengenai potensi bahaya dinamika cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami kepada masyarakat.
"Inovasi ini bertujuan memastikan peringatan dini cuaca, iklim, hingga gempa bumi tidak hanya cepat. Tetapi juga presisi dan dapat diakses publik secara luas," kata Guswanto di Jakarta, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, percepatan arus informasi resmi sangat vital dalam upaya mitigasi bencana. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana.
BMKG juga menggandeng jajaran pemimpin redaksi media nasional melalui surat permohonan resmi untuk mengintegrasikan pembaruan data BMKG ke dalam ruang redaksi secara real-time. Guswanto menjelaskan, ChannelBMKG yang memanfaatkan jejaring pesan instan WhatsApp menyajikan berbagai data analitis harian.
Salah satunya berupa peta persebaran potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperbarui secara berkala. Masyarakat dapat mengakses kanal resmi tersebut melalui ChannelBMKG di WhatsApp.
Ia berharap penyebaran informasi berbasis teknologi yang populer di tengah masyarakat itu dapat mengurangi potensi kesimpangsiuran informasi maupun hoaks terkait kebencanaan.
"Upaya digitalisasi mitigasi ini menjadi bagian dari komitmen BMKG dalam membangun budaya masyarakat yang tanggap dan sigap terhadap perubahan cuaca ekstrem di seluruh kawasan Indonesia," ujar Guswanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....