BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB

  • 26 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026
  • Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi
  • Ia mengatakan potensi banjir rob dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diperkirakan mencapai 1,9 meter

RRI.CO.ID, Lombok - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026. Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi.

Ia mengatakan potensi banjir rob dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diperkirakan mencapai 1,9 meter. "Kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk mengantisipasi potensi pasang air laut maksimum tersebut," kata Satria, Minggu, 26 Juli 2026.

BMKG menyebutkan potensi pasang air laut di pesisir Kabupaten Lombok Barat diperkirakan terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Sementara itu, di pesisir Kabupaten Bima diperkirakan berlangsung pada pukul 08.00 hingga 13.00 WITA.

Wilayah yang berpotensi terdampak di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Adapun di Pulau Sumbawa, potensi rob diperkirakan terjadi di Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Menurut BMKG, fenomena pasang air laut dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 29 Juli 2026. Sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut di wilayah pesisir.

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku aktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....