Mendiktisaintek Harap Siswa Sekolah dan Penerima Beasiswa Garuda jadi Petarung

  • 09 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto menekankan bahwa siswa Garuda harus memiliki mentalitas petarung tangguh untuk bersaing dalam persaingan talenta global.
  • Program Sekolah Garuda Transformasi berkembang dari 12 sekolah pada 2025 menjadi 42 sekolah pada 2026, dengan target mencapai 80 sekolah pada tahun 2029.
  • Pemerintah juga membangun 20 SMA Unggul Garuda baru, dan saat ini 4 sekolah di 4 lokasi sudah terbangun sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah berharap para siswa sekolah dan beasiswa Garuda menjadi petarung-petarung bangsa di masa depan. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Brian berharap, pasa siswa dan penerima beasiswa memiliki mentalitas petarung yang tangguh guna memenangkan persaingan talenta di kancah global. "Kita tahu bahwa saat ini pertarungan bangsa-bangsa besar di duniai itu adalah tentang pertarungan talenta antarbangsa," kata Brian dalam acara opening Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026, di Kemendiktisaintek, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

"Jadi kita ingin talenta-talenta bangsa kita itu mampu menembus, menerobos pertarungan yang ada di dunia. Adik-adik yang akan disiapkan baik di sekolah Garuda sebagai tahap awal maupun beasiswa Garuda Itu adalah nantinya harus menjadi petarung-petarung bangsa kita," ujarnya.

Ia mendeskripsikan, 'bertarung' adalah orang yang terus bergerak dan mengejar target yang akan diraih. "Jadi kalau ada kesulitan itu bukan untuk dikeluhkan, kesulitan itu untuk diselesaikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendiktisaintek meminta para siswa dan penerima beasiswa menanggalkan sikap manja. Hal ini menyoroti fenomena maraknya lulusan beasiswa luar negeri yang enggan pulang ke Indonesia.

"Kalau Anda mendapat beasiswa Anda sudah terbaik. Kalau anda terbaik, kenapa anda harus takut bertarung di Indonesia melawan yang tidak bisa ke luar negeri?," ujarnya.

"Jadi jangan takut, jangan nanti setelah lolos (beasiswa) mengeluh tidak ada yang memfasilitasi. Kalau tidak ada bidangnya yang sesuai, anda buat di Indonesia," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani. Menurutnya, program sekolah dan beasiswa Garuda dirancang untuk mencetak talenta unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

"Sekolah Garuda dan beasiswa Garuda memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama dalam bidang pendidikan dengan tujuan pertama, Yaitu meningkatkan kualitas SDM agar dapat bersaing secara global," kata Najib.

Ia menjelaskan, melalui Program SMA Unggul Garuda Transformasi, pemerintah melakukan penguatan terhadap sekolah-sekolah unggulan di berbagai daerah. Diantaranya melalui peningkatan kapasitas guru, penguatan pembelajaran, pendampingan siswa, hingga persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia.

Najib mengungkapkan, pada 2025 program tersebut baru menjangkau 12 SMA Unggul Garuda Transformasi. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 42 sekolah, terdiri atas 12 sekolah angkatan pertama dan 30 sekolah baru.

"Ada-pun target dari Sekolah Garuda Transformasi sampai dengan tahun 2029 mendatang adalah 80 sekolah. Serta ratusan sekolah yang ada di sekitarnya yang mendapatkan pengimbasan," ujarnya.

"Selain Sekolah Garuda Transformasi, Dirjen Saintek juga mendapatkan amanah untuk membangun 20 SMA unggul Garuda baru. Yang saat ini sudah 4 sekolah di 4 lokasi sudah terbangun," ucapnya.

Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....