Menlu Dorong Revitalisasi ARF Hadapi Tantangan Keamanan Kawasan

  • 26 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu RI Sugiono mendorong revitalisasi ASEAN Regional Forum (ARF) agar lebih responsif menghadapi tantangan keamanan kawasan
  • Revitalisasi ARF diarahkan untuk memperkuat mekanisme kerja tanpa mengubah tujuan dasar forum
  • Revitalisasi ARF diarahkan untuk memperkuat mekanisme kerja tanpa mengubah tujuan dasar forum
  • Indonesia menekankan implementasi Manila Plan of Action 2026–2036 melalui program yang berorientasi hasil
  • Sugiono mengajak seluruh anggota ARF memperkuat diplomasi preventif dan menjunjung Sentralitas ASEAN

RRI.CO.ID, Manila – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong revitalisasi ASEAN Regional Forum (ARF) agar lebih tanggap menghadapi dinamika keamanan kawasan. Menurutnya, penguatan ARF perlu tetap berlandaskan prinsip Sentralitas ASEAN di tengah perubahan lingkungan strategis yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-33 ASEAN Regional Forum (ARF) di Manila, Filipina, Rabu 23 Juli 2026 lalu. Ia mengatakan situasi kawasan telah berubah secara signifikan sejak ARF pertama kali dibentuk pada 1994 sehingga forum tersebut perlu beradaptasi dengan tantangan baru.

Sugiono menilai ARF masih relevan sebagai wadah dialog yang mempertemukan para aktor utama di kawasan. Namun, menurutnya, forum itu harus memiliki perangkat yang lebih kuat agar mampu menjawab berbagai tantangan keamanan yang berkembang.

"Revitalisasi tidak berarti mengubah tujuan mendasar ARF. Revitalisasi berarti memperkuat perangkat yang dimiliki ARF agar lebih modern dan mampu menjawab tantangan nyata kawasan," kata Sugiono.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga menekankan pentingnya implementasi Manila Plan of Action yang diadopsi dalam pertemuan ARF. Menurutnya, dokumen tersebut harus menjadi dasar kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi kawasan dalam jangka panjang.

"Ini membutuhkan ARF yang bersifat implementation-oriented, dimana seluruh program kerja ARF harus menjadi kemitraan yang konkret," ujarnya.

Indonesia juga menyambut bergabungnya Inggris sebagai anggota ke-28 ARF. Sugiono mengatakan perluasan keanggotaan harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat efektivitas forum agar tetap mampu menjawab tantangan keamanan regional.

Menutup pernyataannya, Sugiono mengajak seluruh anggota ARF memperkuat diplomasi preventif untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi konflik. Ia menegaskan prinsip-prinsip Treaty of Amity and Cooperation (TAC) tetap harus menjadi landasan dalam menjaga stabilitas kawasan.

"ARF yang lebih matang akan dapat membentuk kawasan yang lebih stabil, damai dan aman, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, termasuk bagi Palestina," katanya.

Pertemuan ke-33 ARF dihadiri oleh 27 negara anggota yang terdiri atas berbagai negara mitra utama di kawasan Asia-Pasifik. Forum tersebut menghasilkan Manila Plan of Action 2026–2036 sebagai pedoman kerja sama ARF selama sepuluh tahun ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....