Wamenaker: Pelatihan Vokasi Perkuat Kesiapan Tenaga Kerja

  • 26 Jul 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan Program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah
  • Guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri
  • Ia mengatakan perkembangan pasar kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan Program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah. Guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.

Ia mengatakan perkembangan pasar kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan. "Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri," kata Afriansyah, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 300 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelatihan berbasis kompetensi. Menurut Afriansyah, program tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu, Kemnaker memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi melalui program reskilling dan upskilling.

"Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri," ujarnya.

Afriansyah menambahkan, pelaksanaan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Ia mencontohkan, di Sumatera Barat pengembangan kompetensi difokuskan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) diharapkan terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM. Guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....