Wamen PPPA: Pendataan Komunitas Percepat Pemenuhan Hak Dasar Anak Indonesia
- 26 Jul 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadikan pendataan akurat sebagai prioritas utama untuk memastikan pemenuhan hak dasar anak di Indonesia.
- Pendataan anak memungkinkan pemerintah menjangkau anak-anak rentan agar tetap mengakses pendidikan, imunisasi, layanan kesehatan, dan perlindungan menyeluruh tanpa hambatan.
- Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi setiap anak hingga memiliki akses pendidikan dan bersekolah tanpa terkendala status administrasi kependudukan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menegaskan pemenuhan hak dasar anak menjadi prioritas utama melalui pendataan yang akurat serta penguatan peran komunitas di tingkat lingkungan. Pendataan mempermudah pemerintah menjangkau anak rentan agar tetap mengakses pendidikan, imunisasi, layanan kesehatan, serta perlindungan menyeluruh.
“Kami mendata anak-anak untuk memastikan seluruh hak mereka terpenuhi, termasuk yang terkendala administrasi kependudukan. Kami akan mendampingi hingga setiap anak memiliki akses pendidikan dan dapat bersekolah tanpa terkendala status administrasi,” kata Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan saat memberikan dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta Timur, Minggu, 26 Juli 2026.
Menurutnya, pendataan menjadi dasar pemerintah untuk mengidentifikasi kebutuhan setiap anak agar memperoleh layanan dasar secara tepat, cepat, dan berkelanjutan. Setiap temuan akan segera ditindaklanjuti dengan menghubungkan anak kepada layanan pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan yang dibutuhkan.
“Yang penting mereka punya status, mereka bisa akses sekolah, mereka bisa akses imunisasi, yang penting mereka juga sehat. Minimal layanan dasar itu harus ada dulu, baru kita bicarakan program berikutnya,” ujar Veronica.
Lebih lanjut, Veronica juga menekankan pentingnya keberadaan komunitas sebagai ruang aman bagi anak-anak. Menurutnya, komunitas dan pengurus wilayah dapat menjadi tempat pertama yang dipercaya anak ketika menghadapi persoalan.
“Komunitas ini bisa menjadi contoh penguatan. Kalau anak-anak menghadapi sesuatu atau menjadi sasaran grooming, mereka sudah tahu harus mengadu kepada siapa,” ucap Veronica.
Selain memastikan pemenuhan hak anak, Veronica mengapresiasi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pengelolaan sampah yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjadi sarana mengembangkan potensi anak.
“Yang paling penting, anak-anak memiliki ruang aman untuk bermimpi dan mengembangkan seluruh potensi terbaiknya. Semua itu akan kami bangun secara bertahap agar setiap anak memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Veronica Tan menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....