Wamenko Polkam Nilai Peran PBB dalam Konflik Palestina Belum Optimal
- 25 Jul 2026 23:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina dinilai masih belum optimal.
- Lodewijk mengatakan, jika melihat dua konflik besar yang tengah berlangsung, peran PBB belum mampu menghasilkan penyelesaian yang signifikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina dinilai masih belum optimal.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026.
Menurut Lodewijk, kompleksitas geopolitik global saat ini membutuhkan peran komunitas internasional yang lebih efektif untuk mewujudkan perdamaian. Termasuk dalam menyelesaikan konflik di Palestina dan kawasan Timur Tengah.
Lodewijk mengatakan, jika melihat dua konflik besar yang tengah berlangsung. Yakni perang Rusia-Ukraina serta konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina, Iran, dan negara-negara di sekitarnya, peran PBB belum mampu menghasilkan penyelesaian yang signifikan.
"Memang kalau kita lihat ada dua konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, kemudian Israel dengan Palestina, juga Iran. Memang yang Pak Kiai sampaikan benar, peran PBB ini sangat kurang," ujar Lodewijk.
Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Dalam upaya penyelesaian konflik, Indonesia memilih berkontribusi melalui misi pemeliharaan perdamaian atau peacekeeping, bukan terlibat langsung dalam operasi tempur atau peacemaking.
"Indonesia bebas aktif, kita tidak bisa masuk kepada peacemaking karena harus bertempur. Kita masuk untuk peacekeeping, mereka sudah damai, kita menangani," katanya.
Lodewijk juga mengungkapkan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina terus ditunjukkan melalui berbagai forum internasional. Salah satunya dengan keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BOP) yang turut membahas upaya penyelesaian konflik Palestina.
"Indonesia masuk bukan sekadar hadir, dari 20 poin yang dibahas, ada satu poin yang berbicara tentang Palestina. Itulah kepedulian Presiden kita, kita masih menunggu perkembangannya," ujar Lodewijk.
Ia menambahkan, pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global secara komprehensif sebelum mengambil langkah strategis. Sikap tersebut, lanjutnya, bukan bentuk ketakutan, melainkan kehati-hatian dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus mendukung terciptanya perdamaian dunia.
"Tentunya kita harus melihat perkembangan situasi global ini secara lebih komprehensif, lebih utuh," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....