Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Dukung Kesejahteraan Nelayan
- 25 Jul 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan dan 40.000 desa tematik perikanan mulai tahun ini
- Kampung nelayan akan dilengkapi balai lelang, pabrik es, cold storage, serta SPBU khusus solar bersubsidi
- Hasil tangkapan nelayan akan dibeli Koperasi Nelayan Merah Putih untuk mendukung skema Closed Loop Economy dan memasok kebutuhan MBG
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai tahun ini. Program tersebut disiapkan sebagai langkah memperkuat kesejahteraan nelayan melalui pengembangan fasilitas pendukung sektor perikanan.
“Oleh karena itu kebijakannya saya tahun ini sama tahun depan kita akan bikin 2.000 kampung nelayan. Mulai tahun ini kita akan bangun 40.000 desa tematik untuk ikan,” katanya saat menyampaikan materi dalam Rapat Pleno Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.
Zulkifli mengatakan pemerintah juga akan membangun desa tematik untuk sektor perikanan sebagai bagian dari kebijakan tersebut. Menurutnya, pembangunan itu menjadi perjuangan besar agar kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menjelaskan setiap kampung nelayan nantinya dilengkapi balai lelang, pabrik es, serta fasilitas cold storage. Pemerintah juga akan menyediakan SPBU khusus solar bersubsidi sehingga kebutuhan operasional nelayan lebih mudah dipenuhi.
Menurutnya, nelayan tidak perlu langsung menjual hasil tangkapan ketika harga sedang rendah setelah tersedia cold storage. Hasil tangkapan dapat disimpan sementara hingga harga meningkat sehingga memberikan keuntungan lebih baik bagi nelayan.
“Kita bikin kampung nelayan, kita bikin di situ nanti balai lelangnya, kita bikin pabrik es di situ. Nelayan ke laut, dapat ikan, murah, nggak usah dijual, taruh di cold storage, nanti jual nunggu selesai,” ucap Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan Koperasi Nelayan Merah Putih akan membeli hasil tangkapan dengan harga menguntungkan bagi para nelayan. Selanjutnya, koperasi akan menyalurkan ikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan SPPG MBG (Makan Bergizi Gratis) melalui mekanisme yang telah disiapkan.
Ia menyebut konsep tersebut sebagai ‘Closed Loop Economy’ yang membutuhkan waktu serta kerja besar untuk mewujudkannya. Zulkifli menegaskan program pembangunan kampung nelayan menjadi bagian penting memperkuat keberpihakan pemerintah kepada nelayan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....