Komisi VI DPR Tekankan Penguatan Ekosistem Maritim lewat Peran Strategis BUMN
- 25 Jul 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VI DPR RI menilai penguatan peran BUMN menjadi kunci membangun ekosistem maritim nasional yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
- DPR mendorong konsolidasi industri galangan kapal, peremajaan armada BUMN pelayaran, serta pengurangan ketergantungan terhadap dana Public Service Obligation (PSO).
- Komisi VI juga mengusulkan optimalisasi aset Pelindo melalui pengembangan Pelabuhan Benoa agar mampu meningkatkan kunjungan kapal pesiar, pendapatan, dan pemberdayaan UMKM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya penguatan peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam membangun ekosistem maritim nasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sektor maritim Indonesia.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini mengatakan, penguatan sektor maritim harus didukung transportasi laut, pelabuhan modern, dan industri galangan kapal yang kompetitif. "Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memerlukan ekosistem maritim yang kuat, modern, dan berdaya saing," kata Anggia saat memimpin Kunjungan Kerja Reses ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, konsolidasi antar-BUMN menjadi bagian penting dalam memperkuat industri maritim nasional. Penguatan PT PAL Indonesia serta dukungan investasi dari Danantara Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kemandirian industri galangan kapal.
Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelni (Persero) terhadap dana Public Service Obligation (PSO). Menurutnya, BUMN pelayaran perlu memperkuat kinerja komersial agar tidak bergantung pada subsidi pemerintah.
Anggia menilai peremajaan armada menjadi kebutuhan mendesak karena banyak kapal yang telah berusia tua. Kondisi tersebut, lanjut dia, berdampak terhadap keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, dan biaya perawatan.
Ia juga mendorong optimalisasi aset Pelindo melalui pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, Bali. Salah satunya dilakukan dengan memperpanjang area tambat kapal pesiar agar mampu melayani kapal berukuran besar dalam waktu lebih lama.
"Tempat bersandarnya diperpanjang supaya kapal bisa bersandar lebih lama dan menambah revenue. Di situ juga bisa dibangun ruang bagi UMKM, sehingga ekosistem dan perekonomian masyarakat sekitar ikut berkembang," ucap Anggia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....