KOWANI: Hari Kebaya Nasional Jadi Gerakan Lestarikan Identitas Budaya Indonesia
- 24 Jul 2026 20:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan Hari Kebaya Nasional telah berkembang menjadi gerakan pelestarian identitas budaya Indonesia
- KOWANI mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi agar kebaya terus diwariskan kepada generasi muda sebagai simbol persatuan bangsa
- PIM menegaskan pengakuan UNESCO menjadi awal tanggung jawab bersama menjaga kebaya tetap hidup sebagai identitas budaya Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan Hari Kebaya Nasional telah berkembang menjadi gerakan melestarikan identitas budaya Indonesia. Menurutnya, pelestarian kebaya harus dimulai sejak usia dini agar diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Nannie mengatakan kolaborasi organisasi perempuan, pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebaya sebagai simbol persatuan bangsa.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan rangkaian Hari Kebaya Nasional. Semoga semangat kolaborasi ini terus memperkuat upaya melestarikan budaya bangsa demi mewujudkan perempuan Indonesia yang maju dan berkarakter," ujar Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2024-2029 tersebut dalam kegiatan peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang bertajuk ‘Indonesia Berkebaya, Anak Hebat, Indonesia Kuat’ di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menegaskan peringatan Hari Kebaya Nasional dipadukan dengan Hari Anak Nasional sebagai bentuk komitmen bersama. Menurutnya, anak-anak Indonesia merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pelestarian budaya bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi melestarikan kebaya. Menurutnya, kebaya harus diwariskan kepada generasi muda sebagai simbol jati diri dan kebanggaan bangsa.
Lana mengatakan gerakan pelestarian kebaya ini melahirkan penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Ia menyebut, kebaya juga telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) melalui nominasi bersama lima negara Asia Tenggara.
"Kebaya bukan sekadar busana, tetapi simbol budaya, karakter perempuan Indonesia. Selain itu, juga merupakan bagian dari sejarah bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ucapnya yang juga sebagai ketua panitia dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pengakuan UNESCO menjadi awal tanggung jawab bersama menjaga kebaya tetap hidup dalam keseharian masyarakat. Menurutnya, semakin banyak generasi muda mengenakan kebaya menunjukkan budaya Indonesia tetap berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
Sebagai informasi, kegiatan ini diinisiasi KOWANI dan anggota federasi bersama Perempuan Indonesia Maju (PIM). Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional 2026 diikuti ribuan peserta dari berbagai organisasi dan komunitas.
Peringatan tersebut digelar serentak di berbagai daerah sebagai gerakan melestarikan budaya sekaligus penghormatan kepada anak-anak Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi parade kebaya, fashion show, permainan tradisional anak, talkshow edukatif, konser anak, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan penampilan seni anak berkebutuhan khusus sebagai simbol kesetaraan bagi seluruh anak Indonesia. Melalui gerakan itu, KOWANI dan PIM berharap kebaya terus hidup sebagai identitas bangsa sekaligus membentuk generasi berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....