Indonesia Kuat Dibangun melalui Generasi Berkualitas dan Pelestarian Budaya
- 24 Jul 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro menegaskan Indonesia yang kuat dibangun melalui generasi berkualitas dan pelestarian budaya
- Pembangunan karakter anak harus berjalan seiring dengan pelestarian kebaya sebagai identitas bangsa
- Lana mengajak organisasi perempuan memperkuat kolaborasi dalam melestarikan kebaya dan membangun karakter generasi penerus
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana menegaskan Indonesia yang kuat, dibangun melalui generasi berkualitas dan pelestarian budaya. Menurutnya, pembangunan karakter anak dan pelestarian budaya melalui kebaya harus berjalan beriringan menuju Indonesia yang lebih maju.
Lana mengatakan membangun Indonesia yang kuat tidak hanya dimulai dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi. Namun, menjaga akar budaya bangsa juga menjadi bagian penting dalam memperkuat jati diri Indonesia.
"Membangun Indonesia yang kuat tidak hanya dimulai dari melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter dan terlindungi. Tapi juga dengan menjaga akar budaya bangsa sebagai identitas yang membanggakan," kata Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro dalam peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang bertajuk ‘Indonesia Berkebaya, Anak Hebat Indonesia Kuat’ di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya anak dan kebaya merupakan dua warisan bangsa yang harus dijaga secara bersamaan oleh seluruh elemen masyarakat. Ia mengatakan anak adalah penerus bangsa, sedangkan kebaya menjadi simbol identitas yang merekatkan keberagaman Indonesia.
Lana menekankan setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan berkualitas, perlindungan, ruang untuk berkreasi, serta kesempatan meraih cita-cita. "Mereka adalah investasi terbesar bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Selain membangun generasi unggul, Lana mengajak masyarakat terus mencintai, memaknai, dan melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. Menurutnya, kebaya tidak hanya mencerminkan keanggunan perempuan, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap nilai budaya bangsa.
Lana juga mengajak seluruh organisasi perempuan memperkuat kolaborasi dalam melestarikan kebaya sekaligus membangun karakter generasi penerus. Menurutnya, sinergi lintas organisasi menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berbudaya.
"Kolaborasi itu adalah hal yang penting. Kolaborasi itu yang harus kita angkat apa pun itu, di mana pun itu kita berada," ujar Lana yang juga sebagai ketua panitia kegiatan tersebut.
Tidak hanya itu, Lana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional. Ia berharap peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi unggul tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....