Ulang Tahun ke 38, LPDS Luncurkan e-Learning Uji Kompetensi Wartawan

  • 24 Jul 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LPDS merayakan Ulang Tahun ke 38 sekaligus meluncurkan e-Learning UKW.
  • LPDS juga meluncurkan buku yang mengisahkan Lima tokoh perempuan dalam pers Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta Pusat- Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) meluncurkan platform e-Learning Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Peluncuran e-Learning bertepatan dengan ulang tahun ke 38 LPDS yang berdiri pada 23 Juli 1988.

Adapun kegiatan tersebut digelar di Balai Sastra H.B Jassin, Lantai 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat 24 Jumat, 2026. Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh jurnalis, pimpinan media dan para penggiat jurnalistik.

Menurut Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi menjelaskan, e-Learning dibuat untuk memudahkan wartawan mendapatkan materi-materi uji kompetensi. Sehingga setiap wartawan yang akan mengikuti UKW bisa mempersiapkan diri dengan belajar dari e-Learning serta akan mendapatkan e-Sertifikat.

Kehadiran e-Learning juga memudahkan LPDS dalam memberikan coaching kepada calon peserta UKW. Sebab tidak mungkin LPDS mendatangi langsung calon peserta UKW se-Indonesia karena terbatasnya sumber daya.

"Secara umum materi uji kompetensi wartawan bisa diunduh di website dan dipelajari. Sehingga peserta bisa mendapatkan inside hal-hal apa saja yang perlu persiapan dalam mengikuti UKW sehingga mereka lebih siap," katanya, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia juga mengatakan, bertepatan dengan ulang tahun ke 38, LPDS juga meluncurkan buku yang mengisahkan peran 5 tokoh perempuan pers Indonesia. Buku tersebut berjudul "Jejak Zaman Nilai Jurnalisme dan Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia".

Lima tokoh tersebut antara lain, Rohana Koeddoes S.K Trimurti, Ani Idrus, Herawati Diah dan Toety Azis. Yang menurutnya memiliki peran luar biasa dalam perjalanan pers Indonesia.

Kristanto juga mengatakan, lewat buku tersebut LPDS ingin semua pihak belajar terutama generasi muda pers. Bahwa membuat media tidak sekadar membuat media tapi terdapat perjuangan, nilai-nilai, visi misi yang harus dikejar termasuk kemerdekaan pers yang harus dijaga.

"Ini buku sejarah pres, jadi setiap ulang tahun kita menerbitkan buku tentang tokoh-tokoh pers. Agar menjadi catatan sejarah bagi generasi kemudian," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....