Menteri Lingkungan Hidup Dorong Biodiversitas Jadi Penggerak Ekonomi Hijau
- 23 Jul 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati
- Pemerintah juga tengah mengembangkan instrumen pendanaan Biodiversity Credit untuk mendukung investasi berbasis alam
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan keanekaragaman hayati Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai aset konservasi. Namun juga sebagai modal alam (natural capital) yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Jumhur dalam Biodiversity+ Business Forum di Jakarta. Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, startup, dan organisasi masyarakat sipil.
Menurut Jumhur, Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati. Ia menegaskan, kekayaan biodiversitas nasional harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, bukan justru dimanfaatkan oleh pihak lain.
“Kita ingin orang Indonesia menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau yang sedang tumbuh ini. Indonesia harus menjadi pemimpin dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati,” ujar Jumhur, kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam perlindungan ekosistem. Sejalan dengan RPJPN 2025–2045 dan komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF).
Pemerintah juga tengah mengembangkan instrumen pendanaan Biodiversity Credit untuk mendukung investasi berbasis alam. Menurutnya, pengelolaan yang bertanggung jawab dapat mendorong inovasi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Forum tersebut turut didukung Program Climate Impact Response and Biodiversity Management (ClimB). Dan yang telah diimplementasikan GIZ atas mandat Pemerintah Jerman melalui International Climate Initiative (IKI).
Program ini memperkuat kerja sama Indonesia-Jerman dalam penyusunan kebijakan, peningkatan kapasitas. Hingga pengembangan kemitraan untuk perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati.
"GIZ Indonesia bekerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memastikan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045. Dari sini, kita bisa melihat kekayaan hayati yang kita miliki, dan kita harus bertindak untuk melindungi kekayaan tersebut," ujar Commission Manager of the Climate and Biodiversity Hub, GIZ Indonesia & ASEAN, Karin Allgoewer.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap lahir kolaborasi baru. Yakni antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pengembang inovasi.
Tujuannya untuk menghadirkan proyek-proyek berbasis alam (nature-positive) yang mampu memberikan manfaat ekologis. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....