Menbud Pastikan Percepat Restorasi Candi Prambanan dengan Teknologi AI
- 23 Jul 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat restorasi Candi Perambanan melalui kerja sama Indonesia-India dan pemanfaatan teknologi pemindaian serta kecerdasan buatan (AI).
- Sebanyak 218 candi perwara akan direstorasi, dengan sekitar 54 candi dikerjakan melalui kerja sama Indonesia dan India.
- Revitalisasi Candi Sewu dimulai tahun ini, termasuk penataan kawasan dan pembangunan pintu masuk baru untuk mendukung pengelolaan situs budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menargetkan percepatan restorasi Candi Prambanan melalui pemanfaatan teknologi modern dan kerja sama internasional. Pemerintah juga menyiapkan revitalisasi kawasan Candi Sewu agar pengelolaan situs budaya menjadi lebih tertata dan terintegrasi.
Ia menjelaskan kerja sama Indonesia dengan India difokuskan pada restorasi kuadran timur laut kompleks Candi Prambanan. Kawasan tersebut mencakup sekitar seperempat area restorasi yang telah disepakati kedua negara melalui kolaborasi pelestarian budaya.
Menurutnya, jumlah candi perwara yang akan direstorasi mencapai 218 bangunan dari total 224 candi perwara di kompleks tersebut. Sementara kerja sama bersama India hanya mencakup sekitar 54 candi perwara sesuai pembagian kawasan yang telah disepakati.
"Jumlah candi perwara yang mau diperbaiki itu sekitar 218, total perwara yang ada di perambanan itu 224. Tapi yang dengan India tidak semua, hanya seperempatnya, seperempat itu berarti sekitar 54," katanya saat menghadiri Taklimat Media: Pemulangan Artefak Budaya Indonesia, Lobby Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengatakan penyelesaian satu candi perwara selama ini membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun pengerjaan. Kondisi tersebut dinilai membuat proses restorasi berjalan sangat lambat apabila hanya mengandalkan metode yang selama ini digunakan.
Pemerintah karena itu mulai menyiapkan pemanfaatan teknologi pemindaian dan kecerdasan buatan untuk membantu proses identifikasi susunan batu candi. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penempatan setiap batu sesuai posisi aslinya tanpa mengurangi kaidah pelestarian budaya.
"Saya yakin dengan kemajuan teknologi informasi, komunikasi. Kita bisa menggunakan scanning dengan AI sehingga batu-batunya bisa kita plotting posisinya dimana," ujarnya.
Selain mempercepat restorasi, pemerintah akan melakukan penataan kawasan di sekitar kompleks Candi Prambanan secara bertahap dan berkelanjutan. Penataan itu diharapkan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga nilai sejarah kawasan cagar budaya tersebut.
Ia menambahkan revitalisasi Candi Sewu akan dimulai tahun ini sebagai bagian pengembangan kawasan pelestarian budaya nasional. Pemerintah juga menyiapkan pintu masuk baru agar pengelolaan Candi Sewu terpisah dari kawasan Candi Prambanan secara lebih optimal.
Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi menegaskan bahwa Kompleks Candi Prambanan merupakan simbol warisan budaya. Hal ini dibuktikan dengan menghubungkan Indonesia dan India selama lebih dari satu milenium.
"Ini adalah tempat yang menampilkan warisan budaya bersama antara kedua negara kita. Saya juga sangat beruntung bersama sahabat saya (Presiden Prabowo) untuk memulai proses restorasi kompleks candi yang megah ini," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....