Wamendikdasmen: Dana BOSP Harus Berdampak pada Mutu Pendidikan

  • 23 Jul 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026
  • Ini agar memanfaatkan dana tersebut secara tepat sasaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran
  • Fajar menegaskan dana BOSP bukan sekadar anggaran yang dapat dibelanjakan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026. Ini agar memanfaatkan dana tersebut secara tepat sasaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Fajar menegaskan dana BOSP bukan sekadar anggaran yang dapat dibelanjakan. Melainkan harus digunakan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masing-masing sekolah.

"BOSP Kinerja bukan bonus atau hadiah bebas. Jangan mulai dari daftar belanja, tetapi dari data dan akar masalah yang ada di sekolah. Ukurannya bukan hanya dana terserap dan laporan selesai, melainkan apakah pembelajaran membaik, guru berkembang, dan hasilnya dirasakan murid," kata Fajar, Kamis, 23 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka pelatihan Fasilitator Daerah (Fasda) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Padalarang. Fajar menjelaskan, skema BOSP Kinerja di Jawa Barat menjangkau 3.436 satuan pendidikan di 27 kabupaten dan kota, termasuk 1.426 sekolah swasta.

Menurutnya, penguatan program BOSP menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk melalui revitalisasi ruang belajar dan pemanfaatan teknologi digital.

Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai dasar penyaluran anggaran. Ia mengingatkan bahwa data yang tidak akurat berpotensi menyebabkan alokasi anggaran tidak tepat sasaran.

Untuk memperkuat tata kelola di sekolah, sebanyak 80 calon Fasilitator Daerah disiapkan untuk mendampingi satuan pendidikan dalam pemanfaatan BOSP Kinerja. Khususnya di berbagai gugus belajar di Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat Komalasari mengatakan bimbingan teknis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas. Para fasilitator dalam mendampingi sekolah agar pemanfaatan BOSP Kinerja berjalan optimal.

Fajar berharap para fasilitator dapat berperan sebagai pendamping bagi kepala sekolah, mendorong keterlibatan komite sekolah dan masyarakat. Serta memastikan penggunaan dana BOSP benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk capaian literasi dan numerasi peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....