Purbaya: Anggaran URI Masih Dikaji, Berhubungan dengan Kemendiktisaintek
- 23 Jul 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa skema pendanaan Universitas Republik Indonesia (URI) masih dalam tahap kajian dan pembahasan oleh pemerintah.
- Pembiayaan URI kemungkinan akan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam penentuan mekanisme pendanaannya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan skema pendanaan Universitas Republik Indonesia (URI) masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Ia menyebut pembiayaan lembaga pendidikan tersebut kemungkinan akan berkaitan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
"Pemerintah masih mengkaji skema pendanaannya. Saya enggak tahu, nanti akan saya cek lagi, kalau enggak salah ada hubungan dengan Kementerian Dikti Saintek," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Saat ditanya apakah pendanaan URI sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya belum memberikan kepastian. "Nanti kita lihat," ucapnya singkat.
Sementara itu, Presiden Prabowo disebut memberi perhatian besar terhadap penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian nasional.
"Pak Presiden fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Dengan demikian bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto.
Aris mengungkapkan pengembangan pendidikan tinggi juga telah dibahas bersama para rektor perguruan tinggi negeri. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.
"Kemarin saya baru diskusi dengan 20 rektor PTN. Salah satunya membahas bagaimana memajukan teknologi di Indonesia supaya kita menjadi bangsa yang mandiri dan tidak menjadi pasar bangsa lain," ujarnya.
Aris mengatakan URI tidak hanya akan berfokus pada bidang STEM. Pemerintah juga mempertimbangkan penguatan program studi lain, termasuk bidang kesehatan dan kedokteran yang masih membutuhkan banyak tenaga profesional.
"Kesehatan dan kedokteran juga harus ditingkatkan karena masih sangat kurang. Itu nanti juga menjadi bagian yang akan diperhatikan," kata Aris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....