Presiden Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia
- 22 Jul 2026 19:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu 22 Juli 2026.
- Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
- Kedua pejabat baru mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur URI. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Keduanya kemudian mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Donny dan Yos saat mengucapkan sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan. Bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar keduanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan untuk menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. Ia mengatakan konsep tersebut mengadopsi model pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara.
"Itu sudah kita persiapkan lama. Jadi belajar seperti beberapa negara yang punya lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo.
Ia mencontohkan Prancis yang memiliki lembaga pendidikan kepemimpinan bagi calon pejabat pemerintahan. Model serupa, kata Pras, diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat.
"Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah untuk kepentingan kebangsaan dan negara," ujar Prasetyo.
Pemerintah berharap kehadiran Universitas Republik Indonesia menjadi salah satu sarana menyiapkan kader-kader pemimpin nasional. Lembaga tersebut dirancang untuk membekali calon pemimpin dengan kompetensi kepemimpinan serta pemahaman yang kuat terhadap kepentingan bangsa dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....