GEF SGP Indonesia dan IPC Satukan Langkah Memperkuat Sektor Lada Berkelanjutan
- 22 Jul 2026 16:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: National Coordinator GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menekankan kapasitas petani sebagai kunci kebangkitan lada nasional. Ia menyebut peningkatan keterampilan, akses pasar, dan kelembagaan petani penting agar mampu menjadi pelaku usaha mandiri global.
“Petani tidak hanya membutuhkan dana, tetapi juga keterampilan tambahan seperti komunikasi dan bahasa Inggris untuk bersaing global. Kami ingin petani menjadi wirausaha mandiri yang mampu mengelola bisnis sendiri tanpa bergantung pada tengkulak,” ujar Sidi Rana Menggala, dalam kegiatan MoU dan MoA antara GEF SGP dan IPC di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, tantangan petani lada tidak hanya produksi, tetapi juga kemampuan akses pasar dan pengelolaan hasil panen optimal. Program pemberdayaan tidak hanya fokus bantuan finansial, tetapi juga pelatihan teknis, manajerial, serta penguatan jejaring pemasaran petani.
Kolaborasi lintas sektor melibatkan pemerintah, organisasi internasional, dan komunitas petani menjadi langkah strategis transformasi sektor lada nasional. Pendekatan komunitas dinilai efektif karena menjangkau petani hingga akar rumput serta memperkuat ekosistem usaha berkelanjutan.
“Petani harus dipandang sebagai entrepreneur yang memiliki lahan, bukan sekadar pekerja yang bergantung pada hasil panen. Dengan penguatan ekologi dan kapasitas manusia, manfaat ekonomi akan mengikuti secara berkelanjutan,” kata Sidi Rana Menggala.
Sementara itu, Executive Director International Pepper Community, Marina Novira Anggraini, menilai Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai produsen lada dunia. Ia menyebut lada pernah menjadi “emas hitam” yang berperan penting dalam perdagangan global dan membawa kejayaan Indonesia.
“Indonesia memiliki peluang besar karena lada tidak hanya dijual mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inovasi seperti parfum lada, kopi lada, hingga aromaterapi menunjukkan potensi besar pengembangan produk turunan komoditas lada,” ujar Marina Novira Anggraini.
Ia menambahkan, hilirisasi penting agar nilai ekonomi lada tidak berhenti pada bahan mentah di tingkat petani saja. Dengan inovasi produk dan diversifikasi olahan, lada Indonesia dapat meningkatkan daya saing global serta pendapatan petani nasional.
"Selain itu, praktik pertanian berkelanjutan penting untuk menjaga produktivitas lahan serta meningkatkan kualitas hasil panen sesuai standar global. Upaya ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan daya saing komoditas lada Indonesia di pasar internasional," ucapnya.
Kedua narasumber sepakat sinergi peningkatan kapasitas petani, inovasi produk, serta akses pasar menjadi kunci kebangkitan lada Indonesia. Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan kembali menjadi pemain utama industri lada dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....