BGN Perkenalkan Lima Pejabat Baru, Siap Perkuat Program MBG

  • 22 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo melantik lima pejabat tinggi madya baru di Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Pengangkatan pejabat baru ini bertujuan memperkuat tata kelola dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.
  • Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menekankan bahwa penambahan sumber daya manusia berkualitas diperlukan untuk menyempurnakan implementasi program nutrisi gratis bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkenalkan lima pejabat tinggi madya yang baru dilantik Presiden Prabowo, Selasa, 21 Juli 2026. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat tata kelola serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pengangkatan pejabat tinggi madya sesuai Pasal 59 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 tentang Badan Gizi Nasional. Menurutnya, BGN membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memperkuat kelembagaan sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program MBG.

"Kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran pejabat tinggi madya ini akan memperkuat kapasitas kelembagaan Badan Gizi Nasional," ucap Agustina saat konferensi pers di Kantor BGN, Selasa, 21 Juli 2026.

Waka Agustina memperkenalkan lima pejabat tinggi madya yang baru dilantik di Badan Gizi Nasional. Mereka ialah Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama dan Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Sistem Tata Kelola.

Selanjutnya, Zainuri menjabat sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, sedangkan Mariman Darto menjadi Deputi Promosi dan Kerja Sama. Sementara Ketut Sumedana dipercaya sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Menurutnya, masing-masing pejabat dipilih berdasarkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan program MBG. Mereka berasal dari berbagai instansi, seperti Kementerian Kesehatan, BPKP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kejaksaan Agung, hingga Kementerian Keuangan.

Agustina menjelaskan Prima Yosephine ditugaskan membangun sistem dan tata kelola karena berpengalaman mengelola Program Imunisasi Nasional. Pengalaman tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan pengelolaan program berskala nasional seperti MBG.

"Beliau biasa membangun sistem mulai dari perencanaan sasaran, penetapan target, distribusi hingga monitoring dan evaluasi. Kami sangat membutuhkan keahlian beliau untuk membangun sistem MBG," katanya.

Sementara itu, Zainuri dipercaya menangani penyediaan dan penyaluran karena memiliki pengalaman sebagai auditor serta pengelola keuangan negara di BPKP. Ia akan memperkuat sistem pengelolaan anggaran agar penyaluran dana MBG lebih efektif dan akuntabel.

"Kami akan membangun sistem agar setiap dana yang keluar dari virtual account dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Pengalaman beliau dalam mengelola keuangan negara menjadi bekal untuk memastikan anggaran dikelola secara efektif dan efisien," ujar Agustina.

Di sisi lain, Mariman Darto akan mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Ketut Sumedana bertugas memperkuat pemantauan dan pengawasan program, sedangkan Lili Khamiliyah dipercaya menjadi Sekretaris Utama setelah sebelumnya membantu pembenahan administrasi dan keuangan di lingkungan BGN.

"Ibu Lili membantu kami mengidentifikasi virtual account SPPG yang ganda. Beliau juga yang menyetor langsung sekitar Rp311 miliar kembali ke kas negara setelah kami menemukan SPPG yang dobel," ucap Agustina. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....