BPOM dan UNICEF Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Pangan Sehat bagi Anak

  • 22 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM menegaskan komitmen menghadirkan lingkungan pangan sehat bagi bayi dan anak melalui kerja sama dengan UNICEF
  • Kerja sama BPOM dan UNICEF periode 2026–2030 difokuskan pada penguatan regulasi, pengawasan pangan, dan peningkatan kualitas gizi anak
  • Program kolaborasi mencakup pengembangan NPM, FOPNL, kajian UPF, serta penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan komitmen lembaganya menghadirkan lingkungan pangan lebih sehat bagi bayi dan anak Indonesia. Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi bersama UNICEF guna meningkatkan kualitas gizi serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Pernyataan itu disampaikan menjelang peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli di Indonesia. BPOM menilai penguatan lingkungan pangan sehat menjadi langkah penting mendukung kualitas hidup generasi penerus bangsa secara berkelanjutan.

“Komitmen BPOM ini kami wujudkan dengan kolaborasi bersama lembaga dunia UNICEF. Kami ingin agar anak-anak dapat meningkat kualitas hidupnya, tumbuh kembang, dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal, terutama melalui pangan dan gizi yang cukup,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI di Jakarta, Senin, 21 Juli 2026.

BPOM sebelumnya menandatangani Programme Document (ProDoc) Kerja Sama Tahun 2026–2030, Senin, 22 Juni 2026. Dokumen operasional tersebut mendukung pelaksanaan Country Programme Action Plan (CPAP) Indonesia 2026–2030 antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF.

Kerja sama tersebut bertujuan menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia melalui berbagai program strategis. Momentum tersebut menjadi awal implementasi kolaborasi dalam mendukung lingkungan pangan sehat bagi bayi serta anak Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, BPOM memperkuat fungsi regulator pengawasan pangan olahan dengan pengembangan kebijakan berbasis bukti ilmiah. Lembaga itu juga meningkatkan kapasitas kelembagaan serta sistem pengawasan guna mencegah malnutrisi, obesitas, dan penyakit tidak menular.

“Dari kerja sama ini diharapkan sinergi lintas sektor dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina.

Pelaksanaan program akan dilakukan setiap tahun melalui Annual Work Plan (AWP) yang disusun mengikuti prioritas pembangunan nasional. Penyusunan rencana kerja tersebut dilakukan secara adaptif sesuai arah kebijakan pemerintah.

UNICEF memberikan dukungan melalui technical assistance dan capacity building untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis. Program tersebut mencakup pengembangan nutrition profile model (NPM) serta penyusunan kebijakan front-of-pack nutrition labelling (FOPNL).

Kerja sama juga meliputi penguatan kebijakan pembatasan pemasaran pangan kepada anak dan kajian mengenai ultra-processed foods (UPF). Selain itu, kedua pihak menyusun berbagai kajian ilmiah dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia bidang pengawasan pangan olahan.

Penyusunan Programme Document (ProDoc) merupakan hasil koordinasi BPOM, UNICEF, dan Bappenas sejak awal 2026. Kedua pihak berkomitmen memperkuat kebijakan berbasis sains, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan memperluas kolaborasi melindungi bayi serta anak Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....