Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Usaha Masyarakat Desa
- 22 Jul 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Koperasi Desa Merah Putih bertujuan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan perluasan pasar.
- Kehadiran Kopdes Merah Putih telah mendapat sambutan positif dari masyarakat di berbagai daerah.
- Tantangan utama yang dihadapi adalah aspek edukasi, sehingga diperlukan penguatan sosialisasi dan pemahaman masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, perluasan pasar, hingga penguatan usaha produktif. Kehadirannya pun mulai mendapat sambutan positif dari masyarakat di berbagai daerah.
Salah satunya adalah Koperasi Keluarga Merah Putih (KKMP) Graha Indah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Koperasi tersebut fokus pada usahanya dalam menyediakan kebutuhan pokok juga menampung dan mempromosikan produk unggulan UMKM lokal.
“Jadi Koperasi Merah Putih itu dibentuk karena memang 90 persen, bahkan 100 persen kami adalah UMKM," kata Ketua KKMP Graha Indah, Nurul Ahdaniah dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, 21 Juli 2026. Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi juga membantu mempromosikan beragam barang lokal, seperti telur dan beras hasil produksi daerah.
"Koperasi ini penting karena program PKK di dalamnya adalah koperasi yang meningkatkan perekonomian keluarga," katanya. Menurut Nurul, antusiasme masyarakat terhadap koperasi kian meningkat hingga pendaftaran anggota mencapai 250 orang dalam beberapa bulan terakhir.
Pendaftaran bahkan sempat dihentikan sementara karena pengurus masih memperbaiki sistem manajemen dan administrasi koperasi. Dari sini, Nurul menyampaikan bahwa hambatan terbesar adalah mengubah pandangan warga yang masih mengira koperasi hanya sebagai tempat simpan pinjam.
Di sisi lain, Kopdes Merah Putih di Desa Tuladenggi, Kabupaten Gorontalo, juga mendapat reaksi yang sama dari masyarakat. Ketua Kopdes Merah Putih Tuladenggi, Marten Nusi, mengatakan halangan berikutnya ialah membangun pemahaman masyarakat mengenai fungsi koperasi yang lebih luas.
”Koperasi ini hadir untuk menjadi media yang mempermudah jalannya usaha, baik dari konsep, maupun dari sisi kebutuhan. Bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk barang yang bisa dijual, karena aspek yang berkaitan dengan analisa usaha,” ujar Marten, menjelaskan.
Sejak dibuat pada bulan April lalu, kata Marten, pendirian koperasi didatangi 500 warga. Mereka berharap koperasi mampu menguatkan perekonomian desa.
Untuk menjaga kepercayaan para anggota, pengelola koperasi melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan melalui rapat anggota. Transparansi tersebut diharapkan bisa mendorong partisipasi aktif warga. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....