MUI Siapkan Rekomendasi Kebijakan Nasional lewat KUII ke-8
- 21 Jul 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menjadikan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 sebagai forum penyusunan rekomendasi kebijakan nasional yang komprehensif.
- Berbagai isu strategis seperti ekonomi, hukum, pangan, dan geopolitik akan dibahas bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam forum tersebut.
- Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menjadikan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 sebagai forum penyusunan rekomendasi kebijakan nasional. Berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi, hukum, pangan, hingga geopolitik akan dibahas bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Membangun bangsa adalah sebuah keharusan, harus membangun, wajib membangun. Yang kita gagas adalah bagaimana masyarakat merasakan hidup bersama," ucap Marsudi saat konferensi pers di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
"Bisa melakukan aktivitas ekonomi, pemerintah menjaga keamanan, dan hukum bisa berjalan dengan baik. Sehingga keadilan benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya melanjutkan.
Marsudi mengatakan kritik dan masukan kepada pemerintah merupakan bagian yang wajar dalam proses pembangunan. Karena itu, KUII ke-8 akan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, ulama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.
"Kalau nanti di dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah, kritik itu biasa. Nanti kita melihat kebijakan itu berhasil, kurang berhasil, atau perlu diubah sehingga bisa ditemukan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," ucapnya.
KUII ke-8 akan digelar pada 24-26 Juli 2026 dan diikuti sekitar 87 organisasi kemasyarakatan Islam. Marsudi mengatakan kongres tersebut menjadi wadah bersama untuk merumuskan masukan bagi pembangunan bangsa.
"Kongres Umat Islam Indonesia ini akan diikuti organisasi-organisasi Islam yang jumlahnya kurang lebih 87 organisasi sosial keagamaan. Semuanya berada dalam satu rumah besar Majelis Ulama Indonesia," kata Marsudi.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan akan membuka kongres. Kemudian sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, akademisi, dan tokoh masyarakat juga diundang sebagai narasumber.
Agenda kongres nantinya akan membahas berbagai tema strategis kebangsaan. Di antaranya penguatan demokrasi, penegakan hukum, politik dan keamanan.
Kemudiam ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, hingga pertahanan nasional. MUI berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....