Presiden Prabowo: Kabinet Diberi Mandat Selesaikan Persoalan Bangsa
- 21 Jul 2026 10:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia ternyata jauh lebih besar dari perkiraan pemerintah sebelumnya.
- Seluruh jajaran Kabinet Merah Putih mendapat mandat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.
- Presiden menegaskan masih adanya ketimpangan di tengah masyarakat yang perlu menjadi fokus penanganan pemerintahan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan sejumlah persoalan yang dihadapi Indonesia ternyata lebih besar dari perkiraan pemerintah. Presiden menegaskan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih mendapat mandat untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
Presiden menyoroti masih adanya ketimpangan di tengah masyarakat. Setelah memimpin pemerintahan, Presiden mengakui mengetahui sejumlah persoalan ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
"Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan, saya sendiri sebagai Presiden bersama Wakil Presiden, tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," kata Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden mengatakan pemerintah memahami berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran kabinet harus bekerja keras menghadirkan solusi bagi persoalan-persoalan tersebut.
"Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham lapangan kerja kita kurang. Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham, ini semua masalah, kita paham, kita mengerti," ujar Presiden.
"Justru ini yang kita dipilih. Diberi mandat untuk kita selesaikan," kata Presiden melanjutkan.
Presiden menilai salah satu penyebabnya adalah kebocoran kekayaan negara yang terus terjadi melalui berbagai praktik perdagangan yang merugikan Indonesia. Kondisi tersebut, kata Presiden, telah menyebabkan distorsi terhadap perekonomian nasional.
"Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun. Dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan, transfer pricing, dan penyelundupan," kata Presiden.
Presiden menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola ekonomi nasional untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....