Presiden Prabowo Jadikan Sidang Kabinet Momentum Evaluasi Kinerja Pemerintah
- 20 Jul 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyelenggarakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 sebagai momentum evaluasi pelaksanaan program pemerintah menjelang tahun kedua pemerintahannya.
- Sidang Kabinet Paripurna diadakan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin, 20 Juli 2026, mengikuti tradisi penyampaian sambutan presiden beberapa hari sebelum 17 Agustus.
- Presiden akan menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara tentang pencapaian dan pekerjaan yang telah dilaksanakan selama satu tahun kerja pemerintahan sejak menerima mandat dari rakyat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjadikan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 sebagai momentum mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah. Evaluasi tersebut dilakukan menjelang pemerintahan memasuki tahun kedua sejak menerima mandat dari rakyat.
"Hari ini saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026, menjelang 17 Agustus 2026. Di mana sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja itu," ujar Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden mengatakan sidang kabinet juga digelar karena pemerintah akan memasuki tahap tahun kedua masa pemerintahan. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas.
"Ini juga adalah kurang tiga bulan kita menjalankan mandat dari rakyat di tahap tahun kedua. Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan," kata Presiden.
Presiden menilai seluruh jajaran Kabinet Merah Putih telah bekerja dengan ritme yang cepat selama hampir dua tahun terakhir. Karena itu, menurutnya, banyak capaian yang terkadang tidak disadari karena padatnya pelaksanaan program pemerintah.
Meski demikian, Presiden mengingatkan tantangan yang dihadapi pemerintah masih sangat besar, baik di dalam negeri maupun akibat dinamika global. Seluruh jajaran kabinet diminta tidak takut menghadapi persoalan dan terus mencari solusi bagi masyarakat.
"Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," ucap Presiden.
Presiden juga menegaskan pemerintah memahami berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh jajaran kabinet diminta tetap bekerja dengan semangat, disiplin, dan fokus menghadirkan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....