Airlangga Ungkap Bullion Bank Kelola 153 Ton Emas Senilai Hampir US$20 Miliar
- 21 Jul 2026 03:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Layanan bullion bank Indonesia telah berhasil mengelola 153 ton emas dengan nilai mendekati 20 miliar dolar Amerika Serikat.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan capaian ini kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.
- Pengelolaan emas oleh bullion bank Indonesia dianggap sebagai salah satu perkembangan penting di sektor keuangan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan layanan bullion bank Indonesia telah mengelola 153 ton emas. Pengelolaan ini memiliki nilai mendekati 20 miliar dolar Amerika Serikat.
Capaian tersebut dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Airlangga mengatakan capaian itu menjadi salah satu perkembangan penting di sektor keuangan nasional.
"Dari segi bullion, launching bullion tahun lalu sampai hari ini mencapai 153 ton emas. Nilai dari 153 ton emas itu mendekati 20 miliar dolar," ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan Presiden Prabowo turut menyoroti perkembangan layanan bullion tersebut dalam sidang kabinet. Presiden, kata dia, bahkan membandingkan pencapaian itu dengan praktik serupa di negara lain.
"Jadi Bapak Presiden tadi juga menanyakan di negara mana pembukaan ataupun launching sebuah produk dengan governance yang baik. Di BSI maupun di Pegadaian," ucap Airlangga.
Ia menambahkan emas yang dikelola berasal dari dua lembaga keuangan nasional. "Di mana totalnya di Pegadaian 153 ton dan BSI 24 ton," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, penguatan layanan bullion menjadi bagian dari upaya pemerintah memperdalam sektor jasa keuangan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi emas nasional sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....