Menteri PU: Sekolah Rakyat Wujud Kehadiran Negara bagi Anak Keluarga Prasejahtera

  • 18 Jul 2026 23:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera
  • Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menerima 263 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027

RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi anak dari keluarga prasejahtera. Menurutnya, program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih berkualitas.

"Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, diberi fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, makan, sampai tempat tidur di asrama," kata Menteri Dody saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu, 18 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga menyapa siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Ia juga melayani permintaan tanda tangan para siswa dan meninjau kegiatan makan siang di kantin sekolah.

Selain meninjau pembangunan, Dody turut mengevaluasi aspek operasional dan pemeliharaan fasilitas sekolah. Menteri PU tersebut meminta pengelola menyediakan tempat sampah di setiap kamar mandi demi menjaga kebersihan lingkungan.

"Secara kualitas bangunan lebih bagus, yang penting minta tolong pengelola untuk menyediakan bak sampah di kamar mandi. Karena tanpa bak sampah repot loh, anak-anak biasa buangnya sembarangan di kamar mandi, takutnya kebuntu drainasenya," ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang ini dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare. Kawasan tersebut dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa dengan konsep pendidikan terintegrasi.

Tahun ini, Sekolah Rakyat Kota Semarang menerima sebanyak 263 peserta didik baru dari tiga jenjang pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 89 siswa SD, 87 siswa SMP, dan 87 siswa SMA.

Adapun fasilitas sekolah meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama, masjid, gedung ibadah, dan sarana olahraga. Infrastruktur pendukung juga mencakup layanan air bersih serta sistem drainase berbasis kolam retensi.

Untuk pasokan air bersih, dipasok dari jaringan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yang berkapasitas dua liter per detik. Optimalisasi koneksi saluran drainase menuju sistem kota juga akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....