Tinjau SR Bali, Menteri PU Pastikan 82 Sekolah Rakyat Beroperasi
- 18 Jul 2026 14:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PU Dody Hanggodo menyebut sebanyak 82 Sekolah Rakyat telah beroperasi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional
- Fasilitas utama Sekolah Rakyat Provinsi Bali dinilai siap mendukung kegiatan belajar mengajar, sementara fasilitas pendukung masih disempurnakan
- Sekolah Rakyat Provinsi Bali memiliki progres pembangunan 95,11 persen dan telah melaksanakan MPLS bagi 195 siswa
RRI.CO.ID, Bali – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Bali siap mendukung kegiatan belajar mengajar. Ia menyebut secara nasional, sebanyak 82 Sekolah Rakyat telah beroperasi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Menteri Dody menilai fasilitas utama SR Provinsi Bali telah siap mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, sejumlah fasilitas pendukung masih perlu segera disempurnakan, terutama drainase dan tempat sampah.
"Saat ini ada 82 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi. Yang masih perlu dibenahi adalah beberapa fasilitas pendukung, seperti genangan di area kamar mandi dan penambahan tempat sampah,” kata Menteri Dody saat meninjau Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, Jumat, 17 Juli 2026.
“Itu sudah saya minta segera diperbaiki. Secara keseluruhan, sarana dan prasarananya sudah baik," ucapnya.
Selain meminta penyedia jasa menyelesaikan penyempurnaan fasilitas, Menteri PU juga mengingatkan pentingnya budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Ia meminta pihak sekolah membiasakan siswa menggunakan seluruh fasilitas secara benar sejak awal.
"Saya juga meminta pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada adik-adik. Seperti cara menggunakan shower, toilet, dan fasilitas lainnya dengan baik, termasuk membiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah," ujarnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Provinsi Bali berdiri di atas lahan seluas 5,67 hektare di Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem. Adapun fasilitasnya, gedung pendidikan dan serbaguna, asrama, rusun guru, kantin, dapur, tempat ibadah, lapangan olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan sekolah terssebut memiliki nilai kontrak Rp255,5 miliar dengan progres fisik mencapai 95,11 persen. Sejak 13 Juli 2026, Sekolah Rakyat Provinsi Bali telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 195 siswa.
Kegiatan tersebut didukung 25 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan selama masa awal operasional sekolah. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pendukung segera rampung, sehingga kawasan sekolah dapat berfungsi secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....