Kemenhub Dorong Transformasi Pelabuhan Hijau-Cerdas, Perkuat Logistik Nasional
- 18 Jul 2026 20:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan konsep green and smart port atau pelabuhan hijau dan cerdas.
- Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem logistik, memperlancar distribusi pangan, meningkatkan efisiensi layanan, serta mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
- Pelabuhan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan konsep green and smart port atau pelabuhan hijau dan cerdas. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem logistik, memperlancar distribusi pangan, meningkatkan efisiensi layanan, serta mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Kami terus mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan green and smart port yang berkelanjutan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, Sabtu 18 Juli 2026. Hal tersebut disampaikan Dudy dalam acara Green and Smart Port Initiatives – ASRI 2026 di Gresik, Jawa Timur.
Menurut Dudy, melalui program tersebut Kemenhub mendorong terciptanya sistem kepelabuhanan yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan inovasi teknologi. Ia menyampaikan, program green and smart port ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah menjadi salah satu pencapaian penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih berkelanjutan.
Transformasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem logistik nasional, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami mendorong pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI ini, sehingga program Presiden dapat tercapai dan ke depan juga meliputi seluruh kegiatan transportasi,” ujar Dudy.
Penguatan konsep pelabuhan ASRI mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, digitalisasi operasional. Serta integrasi sistem logistik.
Dengan demikian, pelabuhan diharapkan semakin hijau, cerdas, efisien, dan kompetitif. Dudy menegaskan Kemenhub akan terus mendorong penerapan nilai-nilai ASRI di seluruh sektor transportasi.
“Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya dapat mengikuti. Ini akan terus kita dorong supaya gerakan ASRI dapat tercapai dengan cepat,” katanya.
Program tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas. Sistem logistik yang andal dinilai menjadi kunci agar distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, aman, dan merata di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen insan pelabuhan, pada 2026 kembali diselenggarakan Green and Smart Port ASRI 2026. Program penghargaan tersebut dirancang untuk mendorong pelabuhan di Indonesia menerapkan prinsip keberlanjutan, digitalisasi, efisiensi operasional, serta tata kelola yang bertanggung jawab.
Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen green and smart port. Sementara pada 2026, terdapat delapan pelabuhan yang menerima penghargaan Green and Smart Port 2026.
Kedelapan pelabuhan tersebut yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal. Kemudian, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelabuhan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang. Tetapi juga sebagai simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional.
“Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi. Sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan,” kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan transformasi sektor logistik tidak dapat lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Menurut dia, berbagai tantangan ke depan harus dijawab melalui pembaruan secara bertahap dan berkelanjutan agar daya saing nasional semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....