Aktivitas TPA Cipayung Kembali Normal Pascakebakaran
- 17 Jul 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aktivitas di TPA Cipayung kembali normal setelah kebakaran berhasil dipadamkan, ditandai dengan beroperasinya alat berat dan kembali berlangsungnya pengangkutan sampah.
- Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara Pemerintah Kota Depok memperkuat upaya pencegahan melalui patroli rutin dan penyiraman kawasan TPA dua kali sehari.
- TPA Cipayung masih mengalami kelebihan kapasitas dengan sekitar 2,9 juta ton sampah dan menerima 900 hingga 1.000 ton sampah setiap hari, sehingga pengelolaan jangka panjang terus disiapkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir Cipayung, Kota Depok, kembali berangsur normal setelah kebakaran terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026. Aktivitas pengangkutan sampah kembali berjalan meski petugas masih terus memantau area bekas kebakaran untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Pantauan RRI pada Jumat pagi menunjukkan tidak ada lagi mobil pemadam kebakaran yang bersiaga di kawasan TPA Cipayung. Antrean truk pengangkut sampah terlihat mengular sebelum pintu masuk karena aktivitas operasional kembali berlangsung secara bertahap sejak pagi.
Di dalam kawasan TPA, tumpukan sampah yang sebelumnya terbakar kini berubah menjadi abu berwarna kehitaman dan berasap tipis. Aroma hangus masih tercium di beberapa titik meski kondisi lokasi secara umum dinyatakan aman untuk kegiatan operasional.
"Peristiwa kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul sembilan belas tiga puluh berdasarkan informasi yang diterima dari petugas lapangan saat itu. Titik api diduga muncul dari bagian bawah timbunan sampah sehingga kobaran cepat membesar sebelum berhasil dikendalikan petugas," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 17 Juli 2026.
Alat berat di kawasan TPA Cipayung kembali beroperasi untuk memindahkan sampah menuju bagian atas timbunan secara bertahap setiap hari. Pengoperasian alat berat dilakukan agar aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan setelah proses pemadaman selesai dilakukan seluruh petugas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Reni Siti memastikan api berhasil dipadamkan pada Kamis malam sekitar pukul 22:52 WIB. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak terkait secara menyeluruh.
"Petugas masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran karena seluruh kemungkinan harus diperiksa secara menyeluruh terlebih dahulu. Patroli rutin tetap dilaksanakan sehingga titik api dapat segera dilokalisasi dan tidak menyebar ke kawasan lainnya di sekitar," ujarnya.
Pemerintah Kota Depok juga memperkuat langkah pencegahan dengan meminta petugas pemadam melakukan penyiraman kawasan TPA sebanyak dua kali. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelembapan tumpukan sampah sehingga risiko munculnya kebakaran kembali dapat ditekan secara maksimal.
Menurutnya, kondisi TPA Cipayung hingga kini masih mengalami kelebihan kapasitas akibat tingginya volume sampah yang terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah sampah yang berada di kawasan TPA diperkirakan mencapai sekitar dua koma sembilan juta ton secara keseluruhan.
Setiap hari TPA Cipayung menerima sekitar sembilan ratus hingga seribu ton sampah dari berbagai wilayah di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok terus menyiapkan langkah penanganan jangka panjang agar pengelolaan sampah semakin aman, efektif, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok telah bergerak cepat dengan mengerahkan delapan unit armada pemadam. Langkah taktis pengerahan armada lintas wilayah ini dilakukan untuk mencegah perambatan api ke gunungan sampah.
Delapan unit mobil pemadam yang dikerahkan merupakan kekuatan gabungan dari berbagai pos pemadam di Kota Depok. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cipayung, Tarmuji.
"Petugas di lapangan berhasil memadamkan kobaran api utama hanya dalam waktu sekitar dua puluh hingga tiga puluh menit sejak armada tiba di lokasi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....