Ratusan Mahasiswa Tidak Aktif Terima KIP Kuliah, DPR Tekankan Pemutakhiran Data

  • 16 Jul 2026 16:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi X DPR menemukan 705 mahasiswa tidak aktif masih menerima KIP Kuliah senilai sekitar Rp6,07 miliar.
  • DPR meminta Kemendiktisaintek memperkuat verifikasi dan pemutakhiran data penerima bantuan pendidikan.
  • Evaluasi penyaluran KIP Kuliah dinilai penting agar bantuan tepat sasaran dan pengelolaan anggaran lebih akuntabel.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi X DPR RI menyoroti temuan ratusan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang berstatus tidak aktif. Karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diminta memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan pendidikan tersebut.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mengatakan temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi dalam penyaluran KIP Kuliah. Menurutnya, bantuan pendidikan harus dipastikan diterima mahasiswa yang benar-benar memenuhi persyaratan.

"Sebanyak 705 mahasiswa berstatus tidak aktif tapi tetap menerima KIP kuliah. Nilainya kan Rp6,07 miliar," ujarnya dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemendiktisaintek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Fikri meminta kementerian memperkuat sistem verifikasi dan pemutakhiran data penerima bantuan pendidikan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran dan akuntabel.

Ia juga berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali ditemukan pada tahun berikutnya. Menurutnya, pengawasan penyaluran bantuan pendidikan harus diperkuat seiring meningkatnya alokasi anggaran pemerintah.

"Ini pengulangan temuan 2025. Ini nampaknya juga perlu penjelasan ini, supaya gak terulang lagi," ujarnya.

Komisi X DPR RI menilai perbaikan tata kelola KIP Kuliah akan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan nasional. Langkah tersebut juga diharapkan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pendidikan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....