Kemkomdigi Perkuat Kapabilitas AI di Berbagai Sektor

  • 16 Jul 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memetakan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia
  • Agar pemanfaatannya tidak hanya sebatas penggunaan dasar, tetapi mampu mendorong transformasi di berbagai sektor
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan tantangan utama saat ini bukan lagi pada tingkat adopsi AI

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memetakan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Agar pemanfaatannya tidak hanya sebatas penggunaan dasar, tetapi mampu mendorong transformasi di berbagai sektor.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan tantangan utama saat ini bukan lagi pada tingkat adopsi AI. Melainkan pada kemampuan masyarakat dan pelaku usaha dalam memanfaatkannya secara optimal.

"Adopsi saja mungkin tidak cukup, memakai AI saja tidak cukup. Tapi bagaimana kapabilitas dalam menggunakannya menjadi sangat penting," kata Nezar, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut Nezar, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat adopsi AI yang tinggi. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum merata, baik di kalangan individu maupun dunia usaha.

Ia menjelaskan sebagian besar pelaku usaha masih memanfaatkan AI untuk kebutuhan operasional dasar, sementara pemanfaatan AI untuk mendukung transformasi bisnis masih terbatas. Kondisi serupa juga terjadi pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum seluruhnya terintegrasi ke dalam ekosistem digital.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah tengah menyusun Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial, Peta Jalan AI Nasional. Serta Etika AI Nasional sebagai landasan pengembangan AI yang aman, terarah, dan bertanggung jawab.

Kemkomdigi juga mendorong pemanfaatan AI secara terstruktur di sektor pendidikan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesesuaian berdasarkan usia peserta didik. Selain itu, pemanfaatan AI terus didorong di sektor kesehatan, termasuk untuk membantu proses skrining tuberkulosis dan mendukung layanan medis di daerah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

Di sektor jasa keuangan, teknologi AI dinilai berpotensi memperkuat deteksi penipuan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga proses rekrutmen. Termasuk di lembaga keuangan mikro.

Sementara itu, di lingkungan pemerintahan, Kemkomdigi mendorong pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas aparatur sipil negara. Serta kualitas pelayanan publik.

Nezar menegaskan AI harus diposisikan sebagai alat pendukung yang melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Karena itu, peningkatan literasi AI menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem AI nasional yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....