Kemenhub Dukung GSPI ASRI Perkuat Efisiensi Logistik dan Ketahanan Pangan

  • 02 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perhubungan mendukung GSPI ASRI 2026 untuk mempercepat transformasi pelabuhan nasional yang efisien dan berkelanjutan
  • Program ini mendorong pelabuhan menerapkan pengelolaan lingkungan, digitalisasi layanan, serta efisiensi operasional untuk memperkuat distribusi pangan
  • Asesmen GSPI ASRI memakai Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 dengan bobot 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung percepatan transformasi pelabuhan melalui ‘Green and Smart Port Initiatives’ (GSPI) ASRI 2026. Program itu ditujukan memperkuat efisiensi logistik, kelancaran distribusi pangan, serta ketahanan pasokan nasional.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan komitmen tersebut bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PT IDSurvey. Kolaborasi ini diarahkan memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama distribusi logistik antardaerah.

Penguatan pelabuhan dipandang penting untuk menjaga arus pangan tetap lancar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut juga diharapkan menekan biaya logistik serta meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.

Program GSPI ASRI 2026 mengangkat tema ‘Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya’. Tema itu mendorong pengelola pelabuhan menerapkan praktik lingkungan, efisiensi operasional, dan digitalisasi layanan.

“Kementerian Perhubungan mendukung penuh kegiatan ini karena sekaligus untuk menunjukkan image baru bahwa pelabuhan adalah tempat yang ‘ASRI’. Di sisi lain, keterlibatan Ditjen Perhubungan Laut sebagai asesor juga bertujuan untuk mendorong para operator pelabuhan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud di Konferensi Pers Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) 2026, di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Penilaian GSPI ASRI tidak hanya mengacu pada kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional. Program tersebut juga mendorong penerapan standar lebih tinggi atau beyond compliance bagi pengelola pelabuhan.

Asesmen menggunakan pedoman Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 sebagai dasar pelaksanaan penilaian. Komposisi penilaian mencakup 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono menyoroti pentingnya transformasi pelabuhan. Menurutnya, langkah itu menjadi bagian fundamental dalam memperkuat ekosistem logistik nasional secara menyeluruh.

Sementara itu, Operating Officer PT IDSurvey David Sidjabat menyatakan GSPI mencerminkan komitmen terhadap agenda transformasi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan sertifikasi yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan.

Green and Smart Port Initiative ASRI menjadi bentuk apresiasi bagi pelabuhan yang mengikuti asesmen. Apresiasi diberikan kepada pelabuhan yang menunjukkan komitmen menerapkan keberlanjutan dan digitalisasi kepelabuhanan.

Program ini digelar Kemenko Pangan bersama IDSurvey untuk mewujudkan pelabuhan Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Inisiatif tersebut turut mendukung Sistem Logistik Nasional, pembangunan berkelanjutan, serta ketahanan pangan Indonesia.

GSPI ASRI juga diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelabuhan lain dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan. Pengelola pelabuhan didorong terus mengembangkan layanan digital dan pengelolaan operasional yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....