Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Groundbreaking Blok Masela Hari Ini

  • 16 Jul 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan groundbreaking proyek Lapangan Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp355 triliun.
  • Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar Indonesia dengan potensi cadangan gas sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas produksi LNG mencapai 9,5 juta ton per tahun.
  • Kontrak bagi hasil Blok Masela pertama kali ditandatangani pada 16 November 1998, sehingga proyek ini baru memasuki tahap pembangunan setelah hampir tiga dekade, diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, Kamis, 16 Juli 2026. Proyek gas strategis nasional tersebut memiliki nilai investasi mencapai sekitar Rp355 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan peresmian proyek tersebut menjadi agenda Presiden Prabowo pada Kamis. Namun, pemerintah masih menunggu keputusan terkait kehadiran Presiden secara langsung atau virtual.

"Nanti kita lihat ya. Tapi besok (hari ini) Insya Allah Pak Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Presiden hadir secara virtual, Bahlil menyebut keputusan tersebut akan ditentukan kemudian. "Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri lewat Mensesneg atau Seskab ya," ujarnya.

Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar yang dimiliki Indonesia. Nilai investasinya mencapai 20,9 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp355 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.

Proyek tersebut memiliki potensi cadangan gas sebesar 6,97 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF). Gas yang dihasilkan nantinya akan diolah menjadi gas alam cair atau LNG melalui fasilitas kilang di darat.

Kilang LNG Blok Masela dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton per tahun. Selain itu, proyek tersebut juga akan menghasilkan 150 juta standar kaki kubik per hari gas pipa dan 35 ribu barel kondensat per hari.

Proyek Lapangan Abadi Blok Masela telah menjadi perhatian sejak lama karena proses pengembangannya berlangsung cukup panjang. Kontrak bagi hasil Blok Masela pertama kali ditandatangani antara Inpex Corporation dan Pemerintah Indonesia pada 16 November 1998.

Artinya, hampir tiga dekade setelah kontrak ditandatangani, proyek tersebut baru memasuki tahap pembangunan. Pemerintah berharap pengembangan Blok Masela dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor migas Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....