Presiden Prabowo Akan Resmikan 'Groundbreaking' Blok Masela

  • 15 Jul 2026 23:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Masela pada Kamis, 16 Juli 2026 di Laut Arafura, Maluku.
  • 2. Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan ladang gas laut dalam terbesar di Indonesia dengan potensi produksi 9.5 juta metrik ton LNG per tahun dan 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari.
  • 3. Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Masela Limited (65 persen), Pertamina (20 persen), dan Petronas (15 persen) dengan kontrak bagi hasil berlaku hingga tahun 2055.

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas abadi raksasa Blok Masela, di Laut Arufuru, Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026. Penjelasan itu disampaikann Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Iya besok nanti kita lihat ya. Tapi Insyaallah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Menteri Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Menteri Bahlil tidak dapat memastikan apakah peresmian dilakukan secara langsung atau virtual. Bahlil mengaku masih menunggu keputusan dari Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atau Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri melalui Mensesneg atau Seskab," ujarnya. Seperti diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia.

Dikutip dari situs Pertamina, Lapangan Abadi di Blok Masela terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Kontrak bagi hasil atau production sharing contrack (PSC) Masela berlaku hingga 2055.

Blok Masela dengan potensi menghasilkan 9.5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35,000 barel/hari.

Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Masela Limited 65 persen dan Pertamina bersama Petronas mengakusisi 35 persen hak pertisipasi (Participating Interest/PI) dari Shell Upstream Overseas Services. Adapun rincian 35 persen PI yakni PT Pertamina sebesar 20 persen dan Petronas 15 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....