Komisi VII DPR Minta Evaluasi Anggaran Pariwisata Fokus pada 'Outcome'
- 16 Jul 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta evaluasi anggaran pariwisata tidak hanya berfokus pada tingkat penyerapan, tetapi juga outcome program
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan outcome program diukur melalui capaian devisa dan kunjungan wisatawan
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta evaluasi anggaran Kementerian Pariwisata tidak hanya berfokus pada tingkat penyerapannya. Menurutnya, pemerintah juga harus mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap capaian sektor pariwisata.
Evita mengatakan laporan realisasi anggaran perlu menyajikan dampak setiap program yang telah dilaksanakan kementerian. Ia menilai laporan saat ini lebih banyak menampilkan jumlah kegiatan dibandingkan hasil yang dicapai.
"Kita berharap ke depan evaluasi ini tidak hanya memaparkan serapan secara keseluruhan setiap direktorat. Tetapi juga apa efektivitas terhadap outcome sektor pariwisata itu juga harus bisa kita evaluasi," kata legislator dari Fraksi PDI-P tersebut dalam rapat bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Evita, efektivitas anggaran promosi juga perlu dijelaskan melalui capaian yang benar-benar dirasakan sektor pariwisata. Ia berharap laporan berikutnya memuat indikator keberhasilan program secara lebih terukur dan komprehensif.
Selain itu, wakil ketua komisi ini meminta penjelasan mengenai rendahnya penyerapan anggaran pada beberapa satuan kerja strategis kementerian. “Mungkin bisa dijelaskan BPO Labuan Bajo dan Poltekpar Bali, anggaran ada kenapa tidak diserap secara maksimum,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan outcome program kementeriannya diukur melalui capaian devisa dan kunjungan wisatawan. Menurutnya, indikator tersebut menjadi tolok ukur utama kinerja sektor pariwisata yang dikelola Kementerian Pariwisata.
"Sesuai IKU (Indikator Kinerja Utama) Kementerian Pariwisata yaitu devisa dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Outcome-nya adalah pencapaian target-target tersebut," ujar Widiyanti.
Widiyanti mengatakan devisa sektor pariwisata pada 2025 mencapai 18,27 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut, menurutnya setara dengan Rp305,47 triliun dan menjadi salah satu outcome Kedeputian Pemasaran Kementerian Pariwisata.
Selain itu, ia menyebut pemerintah terus mendorong pergerakan wisatawan nusantara melalui kolaborasi bersama sejumlah kementerian dan badan usaha. Upaya tersebut dilakukan dengan pemberian diskon tiket pesawat, kereta api, serta penyeberangan laut pada musim liburan.
“Jadi mudah-mudahan ini bisa membantu pergerakan wisatawan Nusantara. Kami lihat bahwa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya masih meningkat, artinya ini sudah cukup membantu perjalanan wisatawan,” kata dia.
Sebagai informasi, Kementerian Pariwisata mengelola DIPA Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,49 triliun. Setelah penyesuaian anggaran, pagu efektif yang dapat digunakan tercatat sebesar Rp1,48 triliun dengan realisasi mencapai 95,92 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....