Rosan: OSS akan Diperkuat dengan Blockchain dan AI

  • 15 Jul 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BKPM akan mengintegrasikan sistem OSS dengan teknologi blockchain dan AI.
  • Pengembangan OSS sempat tertunda karena tambahan anggaran diterima pada Oktober 2025 sehingga lelang gagal.
  • Komisi XII DPR meminta pemerintah memastikan kendala pengembangan OSS tidak kembali terulang.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus memperkuat sistem Online Single Submission (OSS) guna meningkatkan kualitas layanan perizinan investasi nasional. Pengembangan sistem tersebut akan dilakukan melalui integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pengembangan OSS sempat tertunda karena tambahan anggaran baru diterima pada Oktober 2025. Kondisi tersebut menyebabkan proses lelang tidak dapat diselesaikan sesuai sisa waktu pelaksanaan.

Menurutnya, peningkatan sistem OSS diperlukan agar mampu mendukung integrasi layanan secara elektronik dengan kementerian dan lembaga lain. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut penerapan kebijakan baru yang memperluas cakupan layanan perizinan investasi.

"Jadi memang kami harus meng-upgrade. Karena kalau tidak, sistem kami menjadi berat. Dalam rangka kita mengintegrasikan dengan 18 kementerian dan instansi lainnya," kata Rosan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Rosan menjelaskan pemerintah akhirnya menggunakan anggaran pemeliharaan untuk menjaga keberlangsungan sistem sambil menyiapkan pengembangan secara bertahap. Program peningkatan OSS tersebut dirancang sebagai proyek multiyears.

"Yang kita lakukan justru sekarang kita menggunakan, mengintegrasikan dengan sistem blockchain dan juga dengan AI yang ada. Jadi program ini memang multi-years," ujarnya.

Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa mempertanyakan gagalnya realisasi anggaran pengembangan OSS senilai Rp26,46 miliar. Menurutnya, OSS merupakan tulang punggung pelayanan investasi sehingga kendala tersebut perlu mendapat penjelasan.

"OSS ini kan online single submission, ini kan tulang punggung pelayanan investasi, Pak. Gimana kok sampai gagal, Siapa yang bertanggung jawab, langkah konkret apa agar persoalan tata kelola ini tidak terulang?" katanya.

Rosan menegaskan pengembangan OSS akan terus dipantau agar mampu memberikan pelayanan investasi yang semakin cepat, terintegrasi. Dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....