Mendikdasmen Sebut Pelajar Ikut Olimpiade Sains Adalah Pahlawan

  • 15 Jul 2026 12:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 2. Ratusan pelajar Indonesia akan berkompetisi di 14 bidang kompetisi internasional .
  • 3. Menteri Mu'ti mengingatkan pelajar berprestasi untuk tidak berhenti di tingkat juara tetapi berkembang menjadi akademisi dan ilmuwan yang memberikan kontribusi bagi peradaban manusia.
  • 4. Menteri Mu'ti menegaskan pelajar berpretasi yang ikut olimpiade ilmu pengetahuan adalah pahlawan karena telah mengharumkan nama bangsa
  • 1. Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti menyerukan pengakuan dan apresiasi bagi pelajar peserta olimpiade sains internasional yang setara dengan atlet pemenang kejuaraan olahraga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan rasa bangga kepada pelajar Indonesia yang mengikuti kompetisi olimpiade ilmu pengetahuan. Menteri Mu'ti menyebut delegasi Indonesia tersebut sebagai pahlawan karena pelajar berprestasi tersebut membawa nama Indonesia di kancah dunia.

"Kami semua sangat berbangga kalian semua tampil untuk membawa misi Indonesia dan membawa nama besar Indonesia di kancah dunia. Anak-anak yang bawa Indonesia ini setelah pulang nanti kita harus jadikan mereka pahlawan bagi Indonesia," kata Menteri Mu'ti di Gedung A Kemendikdasmen.

Hal ini disampaikan dalam acara pelepasan secara resmi delegasi siswa Indonesia. Di mana mereka akan berlaga di berbagai ajang olimpiade sains dan keterampilan tingkat internasional, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2026.

Anak-anak berprestasi tersebut harus disambut dan diapresiasi karena telah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di olimpiade sains. Menteri Mu'ti mengatakan ada perlakuan yang berbeda antara anak beprestasi secara akademik dengan atlet yang telah memenangkan kejuaraan besar seperti olimpiade.

Atlet juara, selain penyambutan luar biasa juga diguyur dengan berbagai bonus yang nominalnya besar. Padahal pelajar yang berkompetisi di olimpiade ilmu pengetahuan, berlatih keras, menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar .

"Ini realitas yang banyak menjadi pertanyaan, atlet yang juara olimpiade itu hadiahnya miliaran tapi kalian berjuang dalam kejuaraan yang sunyi. Bahkan mungkin saat menang pun menterinya belum tentu tahu, ini realitas ini tidak boleh terjadi lagi," katanya menegaskan.

Menteri Mu'ti menyampaikan pesan kepada para delegasi tidak boleh berpuas dengan menjadi juara pada satu kompetisi. Ia mengingatkan para pelajar tersebut harus menjadi ilmuwan dengan karya dan inovasinya mampu membawa san mengangkat peradaban manusia.

Menteri Mu'ti mengatakan pemerintah membuka berbagai kesempatan bagi pelajar berprestasi untuk mengikuti berbagai perlombaan internasional. Oleh sebab itu, peluang harus dimanfaatkan dengan baik.

"Menjadi juara itu kebanggaan yang luar biasa, tetapi kalau kalian semua berhenti hanya sampai menjadi juara, menurut saya itu belum sempurna. Tetapi menjadi akademisi dan ilmuwan yang mendarmakan ilmunya untuk bangsa dan negara," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan ratusan pelajar tersebut akan mengikuti 14 bidang pada kompetisi ternasional. Adapun kompetisi tersebut yaitu International Olympiad in Informatics di Uzbekistan, World Science Olympiad di Bali.

Kemudian, International Geography Olympiad di Istanbul, Turki, International Olympiad in Artificial Intelligence di Kazakhstan. Tak ketinggalan, International Earth Science Olympiad di Italia dan Battle of the Science di Penang, Malaysia.

"Mereka telah disiapkan , tidak hanya akademik tetapi secara fisik dan mental. Selain itu, yang akan kita benar-benar dituntut tidak hanya pandai, tetapi juga mampu berkolaborasi dengan teman-temannya dari negara lain," kata Suharti dalam laporannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....