MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen Dimulai di Sragen

  • 15 Jul 2026 03:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MPLS gelombang pertama Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai di Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Sragen
  • Mensos Saifullah Yusuf memastikan siswa siap mengikuti pendidikan berasrama dan menyatakan jumlah siswa baru telah mencapai sekitar 28 ribu orang
  • Kemensos menegaskan penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan aktif, bukan sistem pendaftaran
  • Proses penjangkauan melibatkan pendamping sosial, pemerintah daerah, BPS, dan Dinas Pendidikan untuk memastikan sasaran tepat
  • Orang tua siswa menyambut positif program Sekolah Rakyat karena membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera

RRI.CO.ID, Sragen – Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang pertama Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa 14 Juli 2026. MPLS perdana ini menandai dimulainya aktivitas belajar siswa di gedung permanen Sekolah Rakyat.

Gus Ipul hadir bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan disambut berbagai penampilan siswa. Mulai dari baris-berbaris, yel-yel calon siswa, pencak silat, pidato tiga bahasa, paduan suara, pembacaan puisi, hingga demonstrasi pembelajaran IPA.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul berdialog langsung dengan para calon siswa yang akan menempuh pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia memastikan seluruh siswa siap mengikuti proses pendidikan yang telah disiapkan pemerintah.

"Siap sekolah?" kata Gus Ipul.

"Siap!" ucap para calon siswa serempak.

"Ada yang ingin mundur?" ucap Gus Ipul lagi.

"Tidak!" kata mereka tegas.

"Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 telah menerima sekitar 28 ribu siswa baru. Jumlah tersebut berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar di berbagai titik Sekolah Rakyat di Indonesia.

"Dan ini masih akan bertambah terus," kata Gus Ipul.

Ia menegaskan penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui mekanisme pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Seluruh calon siswa dijangkau secara aktif berdasarkan data pemerintah.

"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerjasama dengan pemerintah daerah," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, proses penjangkauan dilakukan bersama pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. Kemensos juga melibatkan Badan Pusat Statistik serta Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh siswa memenuhi kriteria sebagai keluarga prasejahtera.

Ia menjelaskan mekanisme tersebut menjadi pembeda utama Sekolah Rakyat dibandingkan sekolah lainnya. Pemerintah secara aktif mencari anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan berkualitas.

Salah seorang orang tua calon siswa, Murni, mengaku bersyukur putrinya, Septiana Selfi Safira, diterima di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia berharap putrinya dapat meraih cita-cita menjadi guru matematika.

"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat satu terus, makanya tadi menyukai matematika," kata Murni.

Kegiatan pembukaan MPLS turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar yang mengikuti kegiatan secara daring melalui konferensi video.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....