Mensos Tekankan MPLS Sekolah Rakyat Aman Tanpa Perpeloncoan
- 15 Jul 2026 03:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf menegaskan MPLS Sekolah Rakyat harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari perpeloncoan maupun kekerasan
- Kepala sekolah dan tenaga pendidik diminta mendampingi siswa dengan empati agar mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama
- Kemensos menyebut bulan pertama dan kedua menjadi masa paling krusial bagi siswa dalam menyesuaikan diri di Sekolah Rakyat
- Seluruh jajaran sekolah diminta menjaga sarana dan prasarana sebagai bentuk tanggung jawab terhadap fasilitas yang dibangun negara
- MPLS Sekolah Rakyat digelar bertahap di 101 sekolah dalam empat gelombang mulai 14 Juli 2026
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun kekerasan. Arahan tersebut disampaikan kepada seluruh kepala sekolah menjelang dimulainya MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Pesan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi secara daring bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 13 Juli 2026. Rapat turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
"Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada hal-hal yang menciderai MPLS," kata Gus Ipul.
Menurutnya, suasana yang aman dan nyaman menjadi modal penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal tersebut berlaku bagi siswa baru maupun siswa angkatan sebelumnya yang berpindah dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen.
"Ini masa dimana kita harus punya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru baik untuk siswanya, penduduknya, maupun juga untuk tenaga kependidikan yang lain," ucapnya.
Gus Ipul meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan mendampingi seluruh siswa dengan penuh empati. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu siswa merasa nyaman selama menjalani pendidikan berasrama.
"Kuatkan mereka, dampingi dengan penuh empati dan untuk itu bapak-ibu sekalian saya berharap, kita berhasil menciptakan kondisi mereka betah di Sekolah Rakyat," katanya.
Ia mengingatkan pengalaman penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun sebelumnya menunjukkan bulan pertama dan kedua menjadi masa paling menantang. Pada periode tersebut, sebagian siswa masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di asrama.
"Belajar dari tahun yang lalu banyak sekali tantangannya. Ada yang tidak betah, ada yang rindu orang tua, hadapi itu semua dengan baik. Mereka akan jadi anak-anak yang bisa mengikuti pembelajaran dengan baik," ucapnya.
Selain memastikan kebutuhan siswa terpenuhi, Gus Ipul juga meminta seluruh jajaran sekolah menjaga gedung serta sarana dan prasarana Sekolah Rakyat permanen. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan wujud keberpihakan negara kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Maka itu rawat dengan baik karena itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat. Dan itu adalah persembahan Presiden Prabowo untuk keluarga yang paling tidak mampu," katanya.
Gus Ipul juga mengajak seluruh kepala sekolah membangun budaya disiplin secara terukur dan berkelanjutan. Pembiasaan tersebut dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Sebagai informasi, sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Sebanyak 19 Sekolah Rakyat permanen memulai MPLS pada 14 Juli 2026, disusul 63 sekolah pada 31 Juli 2026.
Selanjutnya, delapan Sekolah Rakyat rintisan di Jabodetabek memulai MPLS pada 15 Agustus 2026. Sementara 11 Sekolah Rakyat permanen lainnya akan melaksanakan MPLS pada 31 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....